Minggu, 31 Agustus 2025

Berita Viral

Cuitan Larang Tanya Jenis Kelamin Bayi Baru Lahir Saat Menjenguk Ramai di Twitter, Ini Kata Psikolog

Dalam cuitannya, akun ini meminta masyarakat agar tak lagi menanyakan jenis kelamin pada bayi yang baru lahir. Ini kata psikolog.

Editor: Sri Juliati
parents.com
Ilustrasi bayi baru lahir. Dalam cuitannya, akun ini meminta masyarakat agar tak lagi menanyakan jenis kelamin pada bayi yang baru lahir. Ini kata psikolog. 

"Jika yg lahir ternyata bukan jenis kelamin yg diharapkan oleh si ibu atau keluarga besarnya, pertanyaan jenis kelamin tsb bisa melukai."

Bahkan, ada warganet yang mempertanyakan mengapa saat ini banyak topik pembicaraan menjadi sensitif untuk dibicarakan.

"Kenapa gak boleh? Bingung ya zaman sekarang setiap topik kayaknya kok jadi sensitif banget."

"Jadi bingung mau ngobrol apa sama orang lain soalnya topik ini itu salah. Nanti nyambungnya ke mental health dll. Hufffft," balas @RAwulandari.

Ada juga warganet yang tidak memprotes Astrid, tapi memilih untuk memberikan masukan pilihan kata-kata agar tidak menyinggung perasaan keluarga si bayi.

"Kalo penasaraan tapi takut menyinggung atau kepikiran yg lain-lain, ganti aja pertanyaannya, Selamat ya, nama baby nya siapa?, easy wkwkwkk," tulis @timmymalachi.

Pendapat Psikolog

Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan.
Psikolog Keluarga Adib Setiawan SPsi MPsi dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan. (Istimewa/Adib Setiawan)

Sementara itu, menurut psikolog keluarga, Adib Setiawan SPsi MPsi pertanyaan mengenai pantas atau tidaknya seseorang menanyakan jenis kelamin pada bayi adalah hal wajar.

"Sebenarnya seseorang menanyakan jenis kelamin wajar," kata Adib saat dihubungi Tribunnews, Kamis (12/3/2021).

Umumnya, lanjut Adib, orang akan senang saat wanita telah melahirkan buah-hati.

Ia juga akan senang jika orang lain memberikan perhatian kepada keluarga dan anaknya.

Namun apabila seseorang memiliki pendapat yang berbeda, tentunya sah saja.

Hal ini tergantung dari sudut pandang masyarakat.

Adib mengatakan, terkadang pengalaman masa lalu juga dapat membuat seseorang merasa minder.

Perasaan seperti ini bisa dikarenakan seseorang pernah mengalami diskriminasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan gender.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan