Breaking News:

Ibu Perlu Tahu, Lingkungan Keluarga Pengaruhi Kelancaran Bahasa Anak

Lingkungan kondusif, aktif dan komunikatif menjadi faktor pendukung anak dalam mengembangkan kosa kata.

Ilustrasi ibu dan anak bermain di rumah 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lingkungan kondusif, aktif dan komunikatif menjadi faktor pendukung anak dalam mengembangkan kosa kata dalam berbahasa dan bicaranya.

Lalu apa yang bisa membuat perkembangan bahasa dan bicara anak menjadi terganggu ?

Terapis Wicara Rumah Sakit Anak Bersalin (RSAB) Harapan Kita Rita Rahmawati, A.Md.TW.,S.Pd.,S.Tr.Kes.,MKM mengatakan bahwa para ibu tentunya harus mengetahui tentang faktor yang dapat menghambat maupun menstimulasi anak dalam belajar bahasa dan berbicara.

Lingkungan anak, termasuk lingkup keluarga, menjadi faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap proses anak itu dalam memperoleh kata per kata.

Baca juga: Ini Jenis Makanan yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas, Dapat Mengurangi Nilai Gizinya

"Ibu-ibu harus selektif dan banyak membaca apa sih perkembangan bahasa bicara itu? Jadi perkembangan bahasa bicara itu suatu perolehan yang didapat dari lingkungan," ujar Rita, dalam talkshow live Instagram @radiokesehatan, Kamis (8/4/2021).

Ia menyampaikan bahwa setiap anak akan menjalani proses belajar bahasa dari lingkungannya.

Anak dapat belajar mengenal bahasa dari lingkungan yang aktif dan komunikatif, karena itu merupakan stimulasi baginya.

"Enggak mungkin bayi itu dapat (bicara) sendiri, tapi memang dia terstimulasi dari lingkungannya. Jika lingkungan itu kondusif, aktif dan komunikatif, anaknya pun akan komunikatif," jelas Rita.

Namun anak akan cenderung lamban mengenal kosa kata maupun berbicara, jika lingkungannya cenderung pasif dan hanya menampilkan visual tanpa adanya komunikasi secara verbal yang dilihat dan didengar.

Baca juga: Pentingnya Asupan Nutrisi Demi Jaga Daya Tahan Tubuh Anak di Masa Pandemi

"Tapi (hal sebaliknya terjadi) kalau anak itu lingkungannya diam, nggak ada bahasa atau cuma visualisasi yang dikembangkan," kata Rita.

Rita menekankan bahwa seluruh sensorik yang dimiliki anak tentunya mempengaruhi kosa kata yang akan diperoleh anak tersebut.

Jika ada yang sensorik yang tidak mengalami perkembangan, maka ini akan menimbulkan gangguan bagi anak tersebut dalam mengembangkan kosa katanya.

"Sementara perolehan bahasa itu didapat dari seluruh sensor yang ada pada potensi anak itu. Jika ada salah satu sensor atau potensi yang dia miliki tidak memenuhi atau tidak berkembang dengan baik, maka timbul pula menjadi gangguan perkembangan bahasa bicara," pungkas Rita.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved