Idul Fitri 2021

Tips Aman dan Sehat saat Lebaran

Jika terpaksa ada di luar rumah saat Lebaran, perhatikan tiga hal ini agar tetap aman di tengah pandemi Covid-19.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
KEMBALI BANGKIT JELANG LEBARAN - Jelang lebaran dalam suasana pandemic covid-19, sejumlah pusat perbelanjaan termasuk Tangcity Mal, di Kota Tangerang, ramai oleh pengunjung yang datang masih dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas yang berlaku, Sabtu (8/5/2021). Ramainya pengunjung ikut mendongkrak pendapatan para tenant dan pelaku UMKM yang membuka usaha di Tangcity Mal, hal ini menandakan perekonomian di Kota Tangerang kembali bergeliat setelah 1 tahun terpuruk akibat terdampak Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari ini semua umat muslim merayakan hari raya Idulfitri.

Sama seperti tahun kemarin, tahun ini suasana Lebaran masih diliputi pandemi Covid-19.

Jika anda terpaksa keluar rumah, berada di kerumunan setidaknya ada tiga hal yang perlu dapat perhatian penting dan sebaiknya dilakukan untuk keamanan bersama.

Seperti diungkap Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Peningkatan Pergerakan Masyarakat Meningkat Pascalebaran

Pertama, hindari bertemu sejumlah orang di satu ruangan.

Lebih baik di luar ruangan, ini tentu membuat kemungkinan penularan Covid-19 lebih rendah daripada bersama di dalam ruangan.

World Health Organization (WHO) menyebut, open air spaces safer than enclosed spaces.

Artinya ada dua hal kalau harus berkumpul, yakni memang akan jauh lebih baik kalau dilakukan di udara terbuka saja dan ke dua kalau terpaksa harus di dalam ruangan maka seharusnya ada ventilasi terbuka dengan udara luar.

Baca juga: Sambut Lebaran, Kemen PPPA Ajak Masyarakat Gencarkan Gerakan #Berjarak

Kemudian, tetaplah dijaga jarak sedikitnya 1 meter dengan orang lain di sekitar Anda.

Ada juga yang menyebut jarak lebih jauh khususnya kalau di dalam ruangan.

Yang jelas, WHO menyebutnya sebagai “farther away from others safer than close together”.

"Hal ini untuk mencegah penularan kalau barangkali disekitar kita ada ada yang batuk, bersin atau berbicara keras," ujar Prof.Tjandra.

Baca juga: Tayang Perdana di Televisi, 11 Film Layar Lebar Warnai Libur Lebaran di Rumah Saja

Ketiga, mempersingkat waktu seseorang dalam kerumunan maka akan lebih kecil kemungkinan tertular Covid-19.

Jika berlama-lama maka makin besar kemungkinan penularannya.

WHO menyebutnya sebagai “shorter time periods with others are safer”.

"Ke semua hal di atas tentu harus dijalankan dengan penggunaan masker yang tepat dan baik serta kebiasaan selalu mencuci tangan," ungkap mantan direktur WHO Asia Tenggara ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved