Senin, 8 Juni 2026

Bukan Kopi, Kami Memilih ‘One Shot’ Jamu di Malam Minggu

Di tengah cuaca ekstrem, Jamu Date bisa menjadi alternatif berbeda untuk kamu yang ingin pacaran di malam Minggu.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Content Writer
Tribunnews.com/Matheus Elmerio/Matheus Elmerio Manalu
JAMU DATE - Di tengah cuaca ekstrem, Jamu Date bisa menjadi alternatif berbeda untuk kamu yang ingin pacaran di malam Minggu. 

TRIBUNNEWS.COM - Biasanya, malam Minggu bagi pasangan muda diisi dengan menikmati aroma biji kopi yang baru digiling atau suasana estetik kafe kekinian. Namun, malam Minggu kemarin terasa sedikit berbeda karena saya justru memutuskan untuk membelokkan motor ke sebuah warung jamu di sekitaran kawasan Palmerah. 

Bukan untuk  tampil beda, melainkan  karena sebuah alasan  sakit batuk yang tak kunjung reda. Dari situ muncul satu pikiran sederhana, “Kenapa tidak minum jamu sambil pacaran?”

Siapa sangka, di balik rasa kencur yang tajam dan hangatnya jahe, kami justru menemukan sisi romantis yang terasa lebih menyembuhkan dibanding sekadar makan malam fancy. 

Setelah memarkirkan motor, kami memasuki sebuah warung jamu yang memiliki banner bertuliskan ‘Warung Jamu Mang Yayat’ yang ada di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Senyum ramah pria paruh baya sang pemilik warung jamu langsung menyambut kami, disusul aroma perpaduan kencur, jahe dan kayu manis yang seketika memenuhi indra penciuman kami. 

Mang Yayat, sesuai dengan nama warung jamunya, langsung menanyakan keluhan yang kami rasakan dan jenis jamu yang ingin dipesan. Saya pun langsung memesan dua gelas jamu yang bisa meredakan batuk, karena toh, saya benar-benar buta soal menu-menu jamu sebelumnya. 

Baca juga: Merawat Tradisi untuk Masa Depan: Prof. Rhenald Kasali Kenalkan Jamu Anak yang Teruji Aman

Beberapa menit kemudian, Mang Yayat kembali membawa dua gelas jamu yang diracik khusus untuk meredakan batuk, dicampur sedikit madu dan perasan jeruk nipis. Setelah gelas hangat berisi jamu pereda batuk itu berada di tangan kami, Mang Yayat juga menjelaskan cara meminumnya. 

minum jamu date

“Langsung dihabiskan ya, Mas, jangan diseruput,” ucapnya sambil bercanda. 

Kami berdua yang duduk berdampingan di kursi panjang saling bertukar pandang dan langsung menenggak jamu di gelas tersebut. Kalau istilah anak mudanya itu one shot. 

Seketika setelah jamu dihabiskan, rasa pedas jahe, kunyit, hingga aroma peppermint menjadi satu dan menghasilkan kehangatan yang menjalar hingga dada dan membuat tubuh terasa lega. 

Luar biasa! Tenggorokan yang sebelumnya sangat gatal hingga sesak di dada, semuanya berangsur hilang. Batuk yang hampir dua hari mengganggu pun perlahan mulai mereda. 

Pengalaman ini menyadarkan kami bahwa ‘Jamu Date’ merupakan keputusan random yang ternyata tepat. Apalagi, untuk dua gelas jamu ajaib pereda batuk tersebut, saya hanya mengeluarkan Rp26 ribu saja. Yang bikin lebih kerennya lagi, warung jamu sederhana seperti Warung Jamu Mang Yayat ini juga sudah bisa melayani pembayaran non tunai melalui QRIS, lho!

Baca juga: Ketika Jamu dan Minuman Herbal Menghipnotis Festival Kopi di Swiss

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved