Breaking News:

Tips untuk Orangtua Agar Kebutuhan Serat Anak Tercukupi

Rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi seperempat atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya. Itu masih kurang.

Freepik
Makanan Berserat Tinggi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018, 95,5% menyebutkan jika penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat.

Rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi seperempat atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya.

Jumlah ini masih jauh di bawah angka kecukupan gizi (AKG) yang direkomendasikan, yaitu 19 gram serat setiap harinya.

Menurut Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc., Hal ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Mengingat banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari tercukupinya kebutuhan serat pada anak. 

Baca juga: 11 Cara Menurunkan Berat Badan, Cukup Makan Makanan Berserat Tinggi hingga Penuhi Kebutuhan Cairan

"Orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup serta kejelian dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi kepada anak agar dapat mendukung mengoptimalkan tumbuh kembangnya," ungkapnya pada siaran pers Kampanye “Jam Makan Serat”, Bebeclub, Kamis (3/6/2021).

Oleh karenanya perempuan yang akrab disapa Prof Tati itu pun memberikan beberapa strategi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi pada anak.

Langkah awal yang dapat dilakukan orangtua adalah memperkenalkan anak dengan berbagai jenis serat

Setelah itu, orangtua bisa membiasakan konsumsi makanan berserat.

Beberapa pilihan jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Strategi selanjutnya orang tua sebaiknya dapat mengatur jadwal makan serat untuk membiasakan anak menyantap makanan yang kaya kandungan serat dalam beberapa kali sehari. 

Bukan hanya di makanan utama, namun juga dengan strategi tambahan seperti memberikan makanan berserat 3 kali sehari sebagai selingan (snack) makan atau snacking time. 

Di sisi lain, orangtua harus menjadi contoh atau role model bagi anaknya. Yaitu dengan mengonsumsi makanan mengandung serat, sehingga anak tertarik mengikuti langkah orangtua mereka. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved