Breaking News:

Mengenal Karakter dari Generasi Z sebagai I-Gen

Generasi Z adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1995 hingga tahun 2010.

Thinsktock/Kompas.com/TribunJateng
Ilustrasi Generasi Z atau Gen Z. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Generasi Z adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1995 hingga tahun 2010.

Mereka adalah generasi yang masih muda dan tidak pernah mengenal kehidupan tanpa teknologi sehingga kadang disebut sebagai i-gen.

Bagaimana tidak, rata-rata generasi Z menggunakan media sosial setidaknya 3-5 jam perhari. Tidak hanya hiburan, generasi ini memanfaatkan media untuk mencari segala informasi. 

Media sosial memang punya sisi positif dalam pemanfaatannya.

Menurut psikolog klinis Tara de Thouars media sosial bagi generasi Z merupakan sarana untuk tampil berekspresi menunjukkan potensi diri. 

Selain itu juga untuk memperluaskan relasi sosial, dan belajar banyak hal. Namun, di balik dampak positif, ada hal negatif yang harus dihindari. 

Baca juga: Pandemi Buka Banyak Peluang Bisnis Baru Buat Milenial yang Akrab dengan Teknologi Digital

"Dari konseling remaja yang saya lakukan, pasti punya masalah ini semua," ungkapnya saat peluncuran Fres & Natural Dessert Collection, yang digelar virtual, Kamis (24/6/2021).

Salah satu dampak negatif yang sering ditemui adalah generasi Z kerap membandingkan dirinya dengan orang lain. 

Hal ini selanjutnya dapat memicu terjadinya depresi. Selain itu, penggunaan media sosial yang terlampau bebas tanpa pengawasan bisa menyebabkan cyber bullying.

Baca juga: Hipertensi Umum Dialami Kaum Milenial, Ketahui Gaya Hidup yang Jadi Solusinya

Karenanya, menurut Tara ada 2 hal penting yang diperhatikan untuk menjaga karakter generasi Z dari efek buruk media sosial. Pertama dari internal yaitu lingkungan, bisa berasal dari keluarga, guru, masyarakat atau generasi sebelumnya. 

Caranya dengan menanamkan nilai-nilai positif sekaligus memberi memberikan contoh. Karena generasi Z tidak hanya belajar dari yang didengar tapi apa yang dilihat. 

Terakhir mengajak gen z untuk berdiskusi. Ketika ada masalah, ajak untuk cari solusi bersama. Sehingga generasi Z merasa terlibat dan memiliki rasa tanggungjawab.

Sedangkan dari sisi internal, menjaga tampilan seperti menjaga tubuh tetap wangi. Selain itu meningkatkan kepercayaan diri dan yang terpenting, membangun karakter yang baik.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved