Bacaan Doa
Surat Al Insyirah (Alam Nasyrah) Lengkap dengan Terjemahan dan Tafsirannya
Al Insyirah merupakan surah ke-94 dalam al-Qur'an dan tergolong surah Makkiyah karena diturunkan di Mekah.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Simak bacaan surat Al Insyirah dalam tulisan Arab dan latin di dalam artikel ini.
Selain tulisan arab dan latin surat Al Insyirah, dilengkapi juga dengan terjemahan dan tafsiran dari masing-masing ayat.
Al Insyirah merupakan surah ke-94 dalam al-Qur'an.
Surat Al Insyirah tergolong surah Makkiyah karena diturunkan di Mekah.
Surat ini terdiri atas 8 ayat.
Baca juga: Surat Al-Qiyamah Ayat 1-40: Disertai Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan
Baca juga: Surat Al-Insan Ayat 1-31: Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan
Al Insyirah
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ - ١
a lam nasyraḥ laka ṣadrak
Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ - ٢
wa waḍa'nā 'angka wizrak
Artinya: dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ - ٣
allażī angqaḍa ẓahrak
Artinya: yang memberatkan punggungmu,
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ - ٤
wa rafa'nā laka żikrak
Artinya: dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ - ٥
fa inna ma'al-'usri yusrā
Artinya: Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ - ٦
inna ma'al-'usri yusrā
Artinya: sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ - ٧
fa iżā faragta fanṣab
Artinya: Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ - ٨
wa ilā rabbika fargab
Artinya: dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
Tafsir Surat Al Insyirah
Berikut tafsir surat Al Insyirah dari ayat 1-8 yang dikutip dari quran.kemenag.go.id:
Ayat 1
Wahai Nabi, bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Kami telah menjadikanmu seorang nabi yang menerima syariat agama, berakhlak mulia, berwawasan luas, santun, dan sabar dalam menghadapi kepahitan hidup.
Ayat 2
Wahai Nabi, bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Kami telah menjadikanmu seorang nabi yang menerima syariat agama, berakhlak mulia, berwawasan luas, santun, dan sabar dalam menghadapi kepahitan hidup.
Ayat 3
Yang memberatkan punggungmu? Kami jadikan tugasmu yang sejatinya berat, seperti menyampaikan risalah dan mendakwahkan syariat, terasa ringan.
Ayat 4
Dan Kami pun telah tinggikan sebutan namamu bagimu. Kami sebut namamu secara berurutan dengan nama-Ku, seperti dalam syahadat, azan, tasyahud, dan sebagainya. Itu adalah kemuliaan tersendiri yang tidak Kami berikan kepada nabi-nabi yang lain.
Ayat 5
Demikianlah nikmat-nikmat-Ku kepadamu. Maka tetaplah optimis dan berharap pada pertolongan Tuhanmu karena sesungguhnya beserta kesulitan apa pun pasti ada kemudahan yang menyertainya. Engkau hadapi kesulitan besar dalam menyampaikan dakwah kepada kaummu; mereka ingkar dan menentangmu, tetapi Allah memberimu kemudahan untuk menaklukkan mereka.
Ayat 6
Sesungguhnya beserta kesulitan itu pasti ada kemudahan.
Ayat 7
Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Bila engkau menyelesaikan suatu urusan dunia atau berdakwah, bergegaslah bersimpuh di hadapan Tuhanmu. Begitu engkau selesai beribadah, bersungguh-sungguhlah dalam berdoa. Demikian seterusnya.
Ayat 8
Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau patut berharap dengan selalu bertawakal serta mengharap rahmat dan rida-Nya.
(Tribunnews.com/Farrah Putri)