Selasa, 28 April 2026

Positif Thinking Ternyata Tak Selalu Baik, Waspadai Toxic Positivity

Memiliki pemikiran dan sikap positif secara terus menerus justru tidak baik. Bahkan bisa menjadi racun yang menghancurkan kehidupan.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
businessmag.al
ilustrasi. 

Serta tidak memvalidasi pengalaman emosional manusia yang asli, yang kadang merasa positif dan kadang merasa negatif.

Hasan mengungkapkan banyak konsep tentang positivitas yang mungkin tidak benar dan malah kontraproduktif.

Di sinilah kita dituntut untuk belajar berpikir kritis, dimana kekritisan yang benar itu datangnya hanya dari kematangan mental seseorang. 

’’Jika tidak bisa berpikir dengan baik, kemungkinan kena masalah mental (over thinking) karena tidak punya framework berpikir yang baik. Di sinilah pentingnya healthy negativity. Dengan belajar menerima emosi negatif, dapat membantu kita terhindar dari banyak malapetaka yang tidak perlu,’’ paparnya.

Jadi orang yang menyenangkan dan selalu positif memang baik. Namun Hasan menegaskan tetap utamakan rasionalitas saat membuat keputusan. 

Sedangkan negativitas tidak sepenuhnya buruk dan harus dihindari dalam semua situasi. Negatifitas punya peran untuk survival manusia, yaitu untuk mendeteksi.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved