Breaking News:

Hidup dengan Konsep Slow Living, Bagaimana Cara Memulainya?

Gaya hidup slow living atau gaya hidup lambat mungkin masih asing bagi masyarakat perkotaan yang hidup serba digital.

Instagram @maudykoesnadi
Maudy Koesnadi hobi pelihara tanaman hias. Cara ini satu dari upaya memulai Gaya hidup slow living. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gaya hidup slow living atau gaya hidup lambat mungkin masih asing bagi masyarakat perkotaan yang hidup serba digital.

Kehidupan perkotaan menuntut untuk terus bergerak, bekerja, dan berprogres serba cepat.

Padahal menjalani slow living bukan berarti tidak berprogres, namun berfokus dan menikmati proses yang dijalankan dengan kecepatan yang tepat di kehidupan sehari-hari.

Konsep hidup lambat artinya melakukan satu per satu hal yang perlu dilakukan, menikmati proses yang dijalankan.

Baca juga: Kenali Makna dan Pentingnya Menerapkan Slow Living Lewat Arisan Parapuan Episode 13

Setiap jam, setiap menit, yang dilalui dengan kegiatan, semua dirasakan, dinikmati sehingga tidak terburu-buru menyelesaikannya.

Pada akhirnya, penganut slow living adalah orang-orang yang berusaha menemukan keseimbangan antara bekerja, waktu luang, waktu dengan orang terdekat atau keluarga, dan waktu untuk bersosialisasi.

Konsep slow living merupakan alternatif untuk bisa menikmati kehidupan dengan cara lain, cara yang lebih pelan, cara yang lebih menghargai waktu serta proses.

Tak hanya sekedar fokus pada hasil akhir dengan mengorbankan terlalu banyak hal.

Meski terdengar mudah, mengubah konsep hidup yang semula terburu-buru menjadi mode lambat tidak semudah itu.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved