Sabtu, 30 Agustus 2025

Mulai Rutin Lari? Berikut Tips Aman untuk Pemula, Biar Enggak Kapok!

Sama hal dengan olahraga lainnya, lari juga butuh persiapan, sehingga risiko cedera dapat dihindarkan. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI LARI. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai pandemi Covid-19, sebagian besar orang mulai peduli dan waspada terhadap kondisi kesehatan tubuh masing-masing. 

Salah satu olahraga yang digandrungi adalah lari. Namun, sama hal dengan olahraga lainnya, lari juga butuh persiapan, sehingga risiko cedera dapat dihindarkan. 

Lantas, persiapan seperti apa yang bisa dilakukan oleh pemula? 

Terkait hal ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Makhyan Jibril A MSc MBiomed SpJP beri tips aman untuk pemula agar tidak kapok olahraga lari. 

1. Jangan Takut Mulai Dulu

Pertama dan paling penting, jangan takut buat mulai lari. Kadang, karena merasa belum siap atau takut nggak kuat, kita malah mundur dulu. 

Baca juga: Cerita Fadel Nooriandi, Penyintas Thalassemia yang Menaklukkan Jakarta Marathon Demi Senyum Ibunda

"Padahal lari itu olahraga yang paling sederhana, bisa dilakukan di mana aja, dan relatif murah. Ya meskipun sekarang sepatu lari bisa bikin dompet kaget juga, tapi tetap aja, lari itu paling accessible buat banyak orang,"ungkap dr Jibril pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Jumat (11/7/2025). 

2. Jangan Maksain, Jangan Langsung Maraton!

Kesalahan umum pemula adalah langsung gas pol, baru semangat lari, langsung daftar maraton. 

Padahal belum tahu kemampuan diri, belum tahu batasan tubuh. Ujung-ujungnya? Kecapekan, pingsan, bahkan bagi yang punya riwayat penyakit jantung, bisa sangat berbahaya. 

"Lari yang terlalu memaksakan diri bisa bikin over-exhausted, alias kecapean banget. Akibatnya? Besoknya pegel semua, kapok, dan nggak mau lari lagi. Sayang, kan?" Imbuhnya. 

3. Start Slow, Pelan Tapi Konsisten

Mulai lah dengan perlahan. Jangan ambil jalur yang terlalu jauh. Mulai dari 3-5 kilometer saja sudah cukup. 

"Nggak usah langsung mikir pace atau waktu tempuh, yang penting tahu dulu base kita ada di mana. Nah, dari situ kita coba lari di zona 2, ini zona di mana detak jantung masih nyaman, kita masih bisa ngobrol sambil lari," jelas dr Jibril. 

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan