Jumat, 29 Agustus 2025

Mulai Rutin Lari? Berikut Tips Aman untuk Pemula, Biar Enggak Kapok!

Sama hal dengan olahraga lainnya, lari juga butuh persiapan, sehingga risiko cedera dapat dihindarkan. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI LARI. 

Kalau sudah mulai terbiasa, levelnya bisa dinaikkan secara perlahan-lahan. 

4. Punya Riwayat Penyakit Jantung? Waspada Ya!

Kalau kamu atau keluarga punya riwayat penyakit jantung, jangan asal lari saja.

Lebih baik cek dulu ke dokter, lakukan screening kayak ECG (rekam jantung) atau treadmill test. 

Biar bisa dipantau, aman atau tidaknya tubuh saat beraktivitas intens.

"Jadi, kita tahu, jantung kita kuat atau nggak kalau dipaksa kerja keras. Kalau udah dicek dan oke, insyaAllah aman," ujar dr Jibril. 

5. Hati-Hati, Jangan Lama-Lama

Lebih lanjut dr Jibril menjelaskan soal Nah, heart rate zona 4 yang sering disalahpahami oleh orang-orang. 

Zona 4 sendiri adalah saat detak jantung sudah sangat tinggi, yaitu sekitar 80-90 persen dari maksimal. 

"Di level ini, tubuh butuh oksigen tinggi banget, tapi kadang jantung kita belum tentu bisa ngasih supply-nya. Apa akibatnya? Sinkop, alias pusing, sempoyongan, bahkan bisa pingsan," tegasnya. 

Jika orang tersebut memiliki jantung yang normal, maka tidak begitu mengkhawatirkan. 

"Tapi kalau jantung punya masalah, bisa picu serangan jantung. Jadi sebenarnya bukan karena zona 4 itu sendiri berbahaya, tapi karena durasinya dan kondisi jantung kita," jelasnya.

Dr Jibril berpesan jika zona 4 itu hanya cocok buat sprint, atau ngejar garis finish. Bukan buat dipakai terus-menerus.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan