Tanda-tanda Masalah Kulit Akibat Cuaca Ekstrem, Ini Tips Perawatannya
Kulit adalah cermin dari kondisi tubuh, dan perubahan cuaca bisa menjadi salah satu pemicu utama munculnya gangguan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saat cuaca berubah drastis, banyak orang mengeluhkan kondisi kulit mereka mulai bermasalah.
Dari jerawat yang muncul mendadak hingga kulit yang terasa sangat kering. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Frieda, Sp.DVE, seorang dokter spesialis kulit, menyebutkan bahwa kulit adalah cermin dari kondisi tubuh, dan perubahan cuaca bisa menjadi salah satu pemicu utama munculnya gangguan.
"Biasanya kulit itu akan menunjukkan gejala yang pertama kali," ujar dr. Frieda pada media briefing di Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Baca juga: Remaja Masa Kini Cenderung Heavy Makeup, Ini yang Harus Diperhatikan untuk Hindari Masalah Kulit
Cuaca panas ekstrem sering membuat kulit berminyak, tapi bukan berarti pertanda kulit sehat.
Sebaliknya, produksi minyak berlebih justru bisa jadi sinyal dehidrasi.
Kulit berminyak dan dehidrasi menjadi kombinasi yang memicu jerawat dan peradangan, terutama pada wanita yang lebih rentan terhadap fluktuasi hormon.
Di sisi lain, cuaca dingin akan membuat kulit menjadi kasar, kering, dan bersisik.
Pada kondisi tertentu, muncul bentol-bentol kecil yang gatal, yang menurut dr. Frieda merupakan tanda dari biduran atau urtikaria.
Ia menyebutkan bahwa biduran bisa disebabkan oleh alergi atau bahkan infeksi tersembunyi di tubuh seperti dari gigi atau saluran pencernaan.
"Kalau ada timbul kayak bentol-bentol kecil gitu, tapi bukan jerawat. Itu biasanya urticaria atau biduran. Itu juga biasanya pertanda kalau kita ada alergi, ataupun kita ada infeksi di tubuh kita yang belum diatasi," jelasnya.
Perawatan Kulit di Rumah yang Tidak Boleh Diabaikan
Untuk mencegah dan mengatasi masalah kulit akibat cuaca, dr. Frieda menyarankan pendekatan menyeluruh.
Tidak peduli jenis kulit anda,.kering atau berminyak, penggunaan moisturizer tetap wajib.
Untuk kulit berminyak, pilihlah pelembap berbasis gel atau air yang tidak menyumbat pori-pori.
Bagi kulit kering, gunakan pelembap yang lebih kental dan mengandung ceramide.
Niacinamide dan salicylic acid juga bisa digunakan untuk membantu perawatan kulit berminyak dan berjerawat.
Namun, pastikan kadar salicylic acid tidak melebihi 5 persen agar tidak menyebabkan iritasi.
Dr. Frieda juga mengingatkan pentingnya tidak ikut-ikutan tren skincare tanpa mempertimbangkan kondisi kulit sendiri.
"Jangan kita yang pilih skincare yang fomo. Jangan kita, oh ini lagi trending kata orang bagus, jangan aja gitu. Itu sangat tidak wise untuk kulit kita sendiri," tegas dr. Frieda.
Tak hanya produk, gaya hidup juga berpengaruh besar.
Hindari mandi air panas terlalu lama, gunakan pakaian yang menyerap keringat, dan jaga kebersihan kulit setelah beraktivitas fisik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kupas-tuntas-masalah-jerawat-dengan-teknologi-mutakhir-team-de_20220909_141658.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.