Hari Ini 3 Februari 2026 Puasa Apa? Ini Penjelasannya, Lengkap dengan Keutamaannya
Tanggal 3 Februari 2026 memiliki makna spiritual yang istimewa bagi umat Islam karena bertepatan dengan 15 Syaban 1447 H.
Ringkasan Berita:
- Tanggal 3 Februari 2026 bertepatan dengan 15 Sya’ban 1447 H, sehingga umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah Nisfu Sya’ban sebagai amalan pertengahan bulan sebelum Ramadan.
- Puasa Nisfu Sya’ban diikaitkan dengan turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT serta ajakan untuk membersihkan hati dari dosa dan permusuhan.
- Amalan ini berlandaskan kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sekaligus menjadi sarana persiapan fisik dan ruhani menyambut bulan suci Ramadan.
TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 3 Februari 2026 memiliki makna spiritual yang istimewa bagi umat Islam.
Hari ini bertepatan dengan 15 Sya’ban 1447 Hijriah, sebuah waktu yang berada tepat di pertengahan bulan Sya’ban, bulan yang sering disebut sebagai jembatan menuju Ramadan.
Pada hari inilah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa Nisfu Sya’ban, amalan sunnah yang sarat nilai introspeksi dan pengharapan akan rahmat Allah SWT.
Puasa Nisfu Sya’ban adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada siang hari tanggal 15 bulan Sya’ban, sementara malam sebelumnya dikenal sebagai malam Nisfu Sya’ban.
Secara makna bahasa, kata nisfu berarti setengah, sehingga Nisfu Sya’ban merujuk pada pertengahan bulan Sya’ban, fase penting sebelum memasuki bulan suci Ramadan, dikutip dari kabtrenggalek,baznas.go.id.
Berdasarkan kalender Hijriah yang ditetapkan Kementerian Agama, 1 Sya’ban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, sehingga 15 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 3 Februari 2026.
Dalam berbagai riwayat, malam Nisfu Sya’ban disebut sebagai waktu di mana Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang beriman.
Hal ini menjadikan Nisfu Sya’ban bukan sekadar momentum ibadah fisik, tetapi juga ajakan untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Meskipun tidak ada kewajiban khusus untuk berpuasa pada hari tersebut, banyak ulama memandang puasa Nisfu Sya’ban sebagai bagian dari amalan sunnah yang bernilai tinggi, terutama bila dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, umat Islam yang ingin menghidupkan sunnah ini dapat melaksanakan puasa pada hari tersebut.
Dasar Sunnah Puasa di Bulan Sya’ban
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban dan Tata Caranya, Lengkap dengan Keutamaan serta Manfaat
Kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Sya’ban menjadi landasan utama dianjurkannya puasa pada bulan ini.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sangat sering berpuasa di Sya’ban, bahkan hampir sepanjang bulan, dikutip dari baznas.go.id.
“Belum pernah Nabi SAW berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap bulan Sya’ban, termasuk pertengahannya.
Meski tidak menyebutkan tanggal 15 secara khusus, intensitas puasa Nabi di bulan ini menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk menghidupkan amalan puasa Nisfu Sya’ban.