Minggu, 26 April 2026

Bacaan Doa

Doa Mohon Selamat dari Rasa Iri Dengki, Penyakit Hati yang Bisa Memakan Pahala

Berikut doa mohon selamat dari rasa iri dengki, penyakit hati yang bisa memakan pahala dan merusak hubungan sesama muslim.

Editor: Sri Juliati
Tribunnews.com
DOA MENJAUHI IRI DENGKI - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Rabu (8/4/2026). Berikut doa mohon selamat dari rasa iri dengki, penyakit hati yang bisa memakan pahala dan merusak hubungan sesama muslim. 
Ringkasan Berita:
  • Iri dan dengki adalah penyakit hati yang dilarang dalam Islam karena dapat merusak iman, menghapus pahala, dan memutus hubungan baik.
  • Al-Qur’an dan hadis melarang sifat ini serta menganjurkan untuk menjauhinya dengan doa dan memperbaiki hati.
  • Penyakit hati lain yang harus dijauhi Muslim yaitu amarah, ghibah, suuzan, dan fitnah.
  • Tanda penyakit hati antara lain malas beribadah, gelisah, jauh dari Al-Qur’an, lalai zikir, dan terlalu fokus pada urusan dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Iri dan dengki merupakan dua penyakit hati yang harus dijauhi oleh setiap Muslim.

Menurut penjelasan Kementerian Agama, iri adalah perasaan ingin memiliki nikmat seperti yang dimiliki orang lain.

Sementara dengki (hasad) adalah perasaan tidak suka melihat orang lain mendapat nikmat dan disertai keinginan agar nikmat itu hilang dari orang tersebut, bahkan kalau bisa berpindah kepadanya.

Iri dan dengki termasuk sifat tercela dan dilarang dalam Islam.

Dalam Al-Quran disebutkan larangan iri terhadap karunia Allah SWT kepada orang lain.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain…” (QS. An-Nisa: 32)

Larangan iri dan dengki juga disebutkan dalam sejumlah hadis.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Sunan Abu Dawud)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, dan saling membelakangi…” (HR. Sahih Muslim)

Islam melarang Muslim memiliki sifat iri dan dengki karena itu dapat merusak keimanan, menghapus pahala kebaikan, dan mendatangkan banyak keburukan dalam persaudaraan Islam.

Baca juga: Doa Mohon Dijauhkan dari Kematian yang Buruk atau Suul Khatimah

Agar terhindar dari iri dan dengki, berikut doa menjauhi kedua sifat iri dengki, dikutip dari buku Doa-Doa Pilihan: Kumpulan doa mustajab sehari-hari yang mudah dikabulkan oleh Ust. Asan Sani ar Rafif.

Doa Mohon Selamat dari Rasa Iri Dengki

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Rabbanaghfirlanaa wa li ikhwaaninal ladziina sabaquuna bil iimaan wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka ra-uufur rahiim.

Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami (meninggal) dengan iman, dan jangan Engkau jadikan rasa dengaki dihati kami terhadap orang-orang beriman, ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya Engaku adalah Dzat yang belas kasih lagi Maha Penyayang".

Penyakit Hati Menurut Islam

Kementerian Agama menjelaskan beberapa penyakit hati menurut Islam, sebagai berikut.

1. Amarah

Setiap manusia memiliki rasa marah, namun Islam mengajarkan agar emosi tersebut dikendalikan. 

Seseorang yang tidak mampu menahan amarah cenderung mudah terjerumus pada perbuatan buruk dan merusak hubungan dengan orang lain. 

Amarah yang berlebihan termasuk penyakit hati yang dapat menjauhkan seseorang dari kebaikan dan keberhasilan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ada seseorang berkata kepada Rasulullah Saw, "Berilah saya nasihat," Kemudian, beliau bersabda, "Janganlah marah," Orang itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, "Janganlah marah," (HR. Bukhari).

2. Iri Hati

Iri hati muncul ketika seseorang tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat. 

Perasaan ini membuat hati gelisah saat melihat orang lain bahagia, bahkan bisa merasa senang saat orang lain tertimpa kesulitan. 

Jika dibiarkan, iri hati dapat mendorong seseorang melakukan perbuatan buruk seperti fitnah dan kebencian.

Dalam Al-Qur'an surat An Nisa ayat 32, Allah SWT berfirman: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain..."

3. Ghibah

Ghibah adalah kebiasaan membicarakan keburukan atau aib orang lain, baik dengan ucapan maupun perbuatan. 

Perilaku ini sering kali dilakukan untuk merendahkan atau mengolok-olok orang lain. 

Padahal, ghibah termasuk perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah karena merusak kehormatan sesama manusia.

Kejelekan dari mengghibah diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al Hujurat ayat 12 yang berbunyi: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka..."

4. Buruk Sangka (Suuzan)

Buruk sangka adalah sikap mudah menilai negatif orang lain tanpa dasar yang jelas. 

Hati yang dipenuhi prasangka buruk akan sulit merasakan ketenangan dan cenderung melahirkan sikap tidak percaya kepada sesama. 

Oleh karena itu, Islam mengajarkan untuk selalu berusaha berprasangka baik agar hati tetap bersih dan damai.

5. Fitnah

Fitnah adalah menyebarkan berita yang tidak benar dengan tujuan menjatuhkan atau merugikan orang lain.

Perbuatan ini termasuk dosa besar karena dapat merusak nama baik dan kehidupan seseorang.

Dalam Islam, fitnah digambarkan sebagai keburukan yang sangat berat dan harus dijauhi.

Dalam Al-Qur'an surat Al Anfal ayat 39, Allah SWT berfirman: "Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata..."

Tanda Seseorang Memiliki Penyakit Hati

  1. Seseorang yang memiliki penyakit hati cenderung melakukan maksiat secara terbuka tanpa rasa malu atau takut.
  2. Ia akan merasa berat dan malas dalam menjalankan ibadah kepada Allah.
  3. Hatinya sering dipenuhi kegelisahan dan rasa tidak tenang ketika menghadapi masalah.
  4. Ia tidak lagi tersentuh atau tergerak hatinya saat mendengar atau membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
  5. Ia mulai melalaikan zikir dan doa dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Hidupnya lebih banyak dihabiskan untuk urusan dunia dan melupakan kepentingan akhirat.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved