Gen Z Tinggalkan Pesta Pernikahan Template, Cenderung Lebih Intimate
Sebelum pandemi, pesta pernikahan kerap dihadiri hingga ribuan tamu. Kini, tren tersebut bergeser menjadi intimate atau jumlah tamu terbatas.
“Konsep pameran yang diusung lebih menekankan pada interaksi langsung. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga dapat merasakan layanan yang ditawarkan,” katanya.
Mulai dari fashion show busana pengantin, sesi konsultasi perencanaan, hingga aktivitas interaktif bersama vendor, seluruh rangkaian dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam.
Transformasi ini menunjukkan bahwa industri pernikahan tidak lagi bertumpu pada skala acara semata, melainkan pada kualitas pengalaman yang ditawarkan.
Personalisasi, interaksi, dan nilai emosional kini menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan pasangan pengantin. Ke depan, tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup generasi muda.
“Bagi Gen Z, pernikahan bukan lagi sekadar momen sakral, tetapi juga pengalaman yang dirancang secara sadar sebagai refleksi identitas, nilai, dan perjalanan hidup mereka,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Wedding-Showcase-1-28042026.jpg)