Ahli Gizi Rekomendasikan Sarapan Kaya Protein agar Cepat Kenyang dan Langsing
Sarapan tinggi protein membantu menjaga kenyang lebih lama dan mendukung penurunan berat badan.
Ringkasan Berita:
- Sarapan tinggi protein membantu menjaga kenyang lebih lama dan mendukung penurunan berat badan.
- Kombinasi telur, kacang hitam, nasi merah, dan sayuran kaya serat direkomendasikan ahli gizi.
- Mengurangi gula tambahan saat sarapan juga penting untuk mencegah makan berlebihan sepanjang hari.
TRIBUNNEWS.COM - Secara umum, orang Amerika cenderung mengonsumsi banyak protein di akhir hari saat makan malam.
Namun, jika Anda sedang mencoba menurunkan berat badan, sebaiknya optimalkan sarapan dengan menambahkan lebih banyak protein agar kenyang lebih lama. Dan ada satu resep lezat yang kemungkinan besar akan Anda sukai.
“Mengonsumsi sarapan seimbang dengan jumlah protein, karbohidrat, dan lemak yang tepat dapat memulai metabolisme, menyediakan energi penting untuk hari itu, serta membentuk pola pilihan makanan yang lebih sehat, sehingga mendukung penurunan berat badan dan kesejahteraan secara keseluruhan,” kata Julie Pace, ahli gizi terdaftar, mengutip EatingWell.
Berapa banyak protein yang sebaiknya dikonsumsi saat sarapan? Untuk menurunkan berat badan, disarankan sarapan yang mengandung setidaknya 15 gram protein.
Jumlah ini cukup membantu memenuhi target protein harian dan menjaga energi tetap stabil sehingga Anda tidak cepat mencari camilan satu atau dua jam kemudian.
Karena itu, pilihan sarapan tinggi protein terbaik untuk menurunkan berat badan adalah Black Beans, Rice & Fried Egg, yang unggul dalam kandungan protein, serat, dan rasa.
Baca juga: Gejolak Sarapan di Kota Solo, Penjual Sate Kambing Punya Alasan Tersendiri saat Buka di Pagi Hari
Mengandung Telur Kaya Protein
Selain cepat disiapkan, telur juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menambahkan telur ke dalam makanan dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga mengurangi asupan energi secara keseluruhan dan menurunkan risiko makan berlebihan setelahnya.
Kaya Serat dari Kacang-Kacangan
Jika Anda belum pernah mempertimbangkan kacang sebagai menu sarapan, sekarang bisa mulai mencobanya. Peneliti mengaitkan konsumsi kacang yang lebih tinggi dengan penurunan berat badan yang lebih besar.
Studi lain juga menemukan bahwa konsumsi 1,7 porsi kacang per hari berkaitan dengan berat badan lebih rendah, indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah, dan lingkar pinggang yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kacang.
Menggunakan Beras Merah Gandum Utuh
Meski oatmeal menjadi salah satu pilihan sarapan gandum utuh paling populer, beras merah bisa menjadi variasi menarik seperti pada menu sarapan gurih ini.
Wan Na Chun, ahli gizi, mengatakan bahwa beras merah baik untuk menurunkan berat badan karena mengandung lebih banyak serat dibanding nasi putih. Kombinasi ini membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan.
Seperti biji-bijian utuh lainnya, beras merah dapat membantu menurunkan berat badan. Satu studi menyebutkan bahwa whole grain dapat menurunkan risiko obesitas berkat kandungan serat yang baik untuk usus, kalori yang umumnya lebih rendah, dan perannya dalam mengontrol gula darah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GIZI-DAN-KESEHATAN-Ilustrasi-sarapan-sehat.jpg)