Senin, 11 Mei 2026

Dari Chat hingga Kirim Foto Pribadi, Ini Cara Predator Seksual Dekati Anak di Dunia Maya

Pasca pandemi, pola kekerasan seksual terhadap anak berubah drastis. Kini pintu masuknya melalui layar ponsel.

Tayang:
Freepik
PINTU MASUK KEKERASAN SEKSUAL - Ilustrasi anak main game- Pasca pandemi, pola kekerasan seksual terhadap anak berubah drastis. Kini pintu masuknya melalui layar ponsel. 

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Pasca pandemi, pola kekerasan seksual terhadap anak berubah drastis. 
  • Tidak lagi hanya terjadi di ruang gelap atau lingkungan asing. 
  • Kasus kekerasan seksual anak pintu masuknya justru datang dari layar handphone yang setiap hari ada di tangan anak-anak.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus kekerasan seksual anak ternyata tidak hanya terjadi di ruang gelap atau lingkungan asing. 

Kini, pintu masuknya justru datang dari layar handphone yang setiap hari ada di tangan anak-anak.

Fenomena ini diungkapkan oleh Intan Hadiah Rastiti, SH dari Yayasan KAKAK yang selama ini mendampingi korban kekerasan seksual anak.

Baca juga: Ayah Tak Hadir Secara Emosional, Anak Mudah Terjebak Rayuan Predator Seksual

Menurut Intan, pasca pandemi, pola kekerasan seksual terhadap anak berubah drastis. 

Jika dulu mayoritas pelaku berasal dari rumah atau keluarga dekat, kini banyak kasus bermula dari perkenalan di dunia online.

“Apalagi sekarang didukung dengan ini, Mas. Kekerasan seksual yang dimulai dikenal dari ranah online. Jadi kenalan di online,” ujar ujar Intan dalam podcast Momspiration yang tayang secara langsung di YouTube Tribunnews dan Tribun Health, Senin (11/5/2026).

Ia mengungkapkan, anak-anak sekarang sangat mudah membangun kedekatan emosional dengan orang yang bahkan belum pernah mereka temui secara langsung.

“Kita kan tahu ya, anak-anak sekarang tuh kayak akrab duluan tanpa tahu siapanya, wujudnya gitu ya. Bahkan sudah ada yang udah pacaran, udah manggil mamah-papah. Kemudian udah kirim-kiriman foto bugil gitu. Tahu-tahu putus,” katanya.

Yang mengejutkan, korban bukan hanya remaja SMA atau SMP. 

Yayasan KAKAK bahkan menemukan kasus anak kelas 5 SD yang rela pergi jauh demi menemui pria dewasa yang dikenalnya dari aplikasi kencan.

“Bahkan ada anak kami gitu ya, kelas 5 SD itu sudah ikut sama om-om gitu. Naik motor sendiri dari satu wilayah yang sangat terpencil,” ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved