Idul Adha 2026
Teks Bacaan Bilal Idul Adha 2026 dalam Tulisan Arab dan Latin
Dalam pelaksanaan salat Idul Adha, salah satu unsur penting di dalamnya adalah keberadaan bilal.
Ringkasan Berita:
- Bacaan bilal Idul Adha merupakan rangkaian seruan pengantar yang mengatur jalannya salat Idul Adha mulai dari takbir hingga khutbah selesai.
- Setiap bacaan bilal memiliki fungsi penting seperti mengajak jamaah salat, mengingatkan khutbah, serta menjaga kekhusyukan ibadah berjamaah.
- Setelah seluruh rangkaian salat dan khutbah selesai, jamaah dianjurkan saling bersalaman sebelum melanjutkan ibadah kurban.
TRIBUNNEWS.COM - Idul Adha merupakan salah satu hari raya besar dalam Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah dalam kalender Hijriah.
Hari raya ini juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, karena pada momen ini umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus mengenang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah-Nya.
Secara hukum, pelaksanaan salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, baik laki-laki maupun perempuan.
Tahun ini, berdasarkan keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI, Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, yang menjadi salah satu hari besar keagamaan yang selalu dinantikan umat Islam di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaan salat Idul Adha yang biasanya digelar secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, terdapat rangkaian tata cara yang tertib dan teratur.
Salah satu unsur penting di dalamnya adalah keberadaan bilal, yaitu petugas yang memimpin dan mengatur jalannya rangkaian ibadah sebelum, saat, dan setelah khutbah Idul Adha berlangsung.
Bacaan yang dilantunkan bilal ini dikenal sebagai bacaan bilal Idul Adha atau bacaan tarqiyyah, yaitu seruan pengantar yang berfungsi sebagai penanda setiap tahapan pelaksanaan salat, mulai dari ajakan meluruskan saf, pengantar khutbah, hingga penutup rangkaian ibadah, dikutip dari gramedia.com.
Bacaan ini tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memiliki nilai spiritual karena membantu menciptakan suasana khusyuk, tertib, dan penuh kekhidmatan dalam pelaksanaan ibadah hari raya.
Biasanya, bacaan bilal dilantunkan dengan suara lantang, jelas, dan berirama agar mudah diikuti oleh seluruh jamaah serta menjadi penguat semangat kebersamaan dalam ibadah Idul Adha.
Bacaan Bilal Shalat Idul Adha dan Tata Cara Pelaksanaannya
Dalam pelaksanaan salat Idul Adha, bilal memiliki peran penting untuk mengatur jalannya rangkaian ibadah agar berlangsung tertib, khusyuk, dan sesuai urutan.
Baca juga: Jadwal Libur Panjang Idul Adha 2026 Ada 6 Hari Libur, Catat Tanggalnya!
Sebelum salat dimulai, bilal biasanya mengajak jamaah untuk memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT sambil menunggu seluruh jamaah berkumpul di tempat salat.
Pada tahap awal ini, lantunan takbir terus dikumandangkan dengan penuh semangat, dengan bacaan sebagai berikut:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إلٰهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masyarakat-muslim-sholat-idul-adha-di-bandara-aceh_20190812_124207.jpg)