Pemilu 2024

Peneliti CSIS Arya Fernandes: Kecil Kemungkinan Partai Baru Menang di Pemilu 2024

Arya Fernandes mengatakan partai-partai baru yang bersaing dalam kontestasi Pemilu 2024 punya kemungkinan kecil untuk lolos menuju parlemen.

Tribunnews.com/ Srihandriatmo Malau
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes. Arya Fernandes mengatakan partai-partai baru yang bersaing dalam kontestasi Pemilu 2024 punya kemungkinan kecil untuk lolos menuju parlemen. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies CSIS Arya Fernandes mengatakan partai-partai baru yang bersaing dalam kontestasi Pemilu 2024 punya kemungkinan kecil untuk lolos menuju parlemen.

"Ada pasti meskipun dugaan saya dari kita lihat survei tadi enggak terlalu besar karena syarat DPT kita 4 persen kan, maksudnya dengan stabilitas suara partai, kualitas indeksnya yang sudah mengecil itu susah," ujar Arya Fernandes kepada Tribunnews, Rabu (28/9/2022).

Pun ada yang lolos, jelas Arya Fernandes, kemungkinan paling besar hanya akan ada satu partai.

Tentu untuk dapat lolos, partai-partai baru juga disebut Arya Fernandes harus berjuang lebih keras dengan melakukan inovasi.

Ditambah lagi partai-partai baru bukan jadi alternatif pilihan bagi para pemilih di Pemilu 2024 mendatang yang didominasi oleh kaum Generasi Milenial dan Z.

“Kalaupun ada (yang tembus), satu partai, itu pun sulit dan kalau partai-partai baru tidak melakukan inovasi. Ya partai baru bukan jadi alternatif utama bagi mereka (pemilih),” jelas Arya Fernandes.

Diketahui, beberapa waktu lalu CSIS baru saja merilis survei terkait pemilih muda pada Pemilu 2024 mendatang.

Baca juga: Survei CSIS Sebut Karakter Pemilih Muda Berubah, Pemilu 2024 Masuki Era Baru

Dalam paparan survei terkait partai-partai apa saja yang populer dan disukai oleh kalangan anak muda, tercatat tiga teratas adalah nama-nama partai besar.

Sedangkan untuk partai yang tergolong baru berada di posisi dasar.

Berdasarkan urutan, Golkar di posisi puncak dengan 94,0 persen, diikuti PDI Perjuangan 93,5 persen, dan Gerindra 92,7 persen.

Untuk tiga terbawah ada PKPI 20,8 persen, Gelora 18,0 persen, dan Partai Ummat 16,2 persen.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved