Bursa Capres

Anies Baswedan Jadi Bakal Capres, Pengurus DPW Partai Nasdem Bali Mengundurkan Diri

Gung Panji mengundurkan diri karena DPP Partai Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (Capres) 2024.

Editor: Erik S
zoom-inlihat foto Anies Baswedan Jadi Bakal Capres, Pengurus DPW Partai Nasdem Bali Mengundurkan Diri
naSdem
(ilustrasi) Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW Partai Nasdem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika mengundurkan diri karena Anies Baswedan diusung menjadi bakal calon presiden 2024.

TRIBUNNEWS.COM, TABANAN- Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW Partai Nasdem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika mengundurkan diri.

Pria yang disapa Gung Panji itu mengundurkan diri karena DPP Partai Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (Capres) 2024.

Baca juga: Bela Anies Baswedan, NasDem Ingatkan KPK Tak Politisasi Kasus Formula E

“Kemarin kirim surat. Sudah resmi,” kata Gung Panji, Rabu (5/11/2022).

Gung Panji menegaskan kembali, bahwa perbedaan pilihan itu yang mendasari.

Dirinya tidak ingin berseteru di dalam partai.

Sehingga pilihannya adalah keluar dari partai besutan Surya Paloh itu.

Hal itu juga sudah dipahami oleh rekan-rekannya di kepartaian.

“Karena saya masuk baik. Keluar juga harus baik-baik. Mereka semua memahami,” ungkapnya.

Baca juga: PROFIL Hanandityo Narendro, Kader NasDem Semarang yang Mundur Buntut Deklarasi Anies Baswedan Capres

Terkait dengan pindah partai, sambungnya, Gung Panji mengaku, bahwa saat ini masih melihat perkembangan situasi politik.

Dirinya tidak membatasi pengabdian masyarakat harus di parpol.

Sehingga, bisa ke bidang lain seperti dengan pengabdian di bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

“Ya lihat situasi politik dulu,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Nasdem Tabanan, Ida Bagus Putu Widiadnyana mengatakan, bahwa sikap DPD Nasdem Tabanan tunduk terhadap apa yang menjadi keputusan pusat.

Baca juga: NasDem Respons Soal Pisah Jalan dengan PDIP Setelah Deklarasi Anies Baswedan Capres

Atau kepengurusan pusat. Tidak ada manuver untuk melakukan pembelotan atas keputusan yang dibuat pada Senin 3 Oktober 2022 kemarin di Jakarta tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved