Bursa Capres

Dikritik Andi Arief soal Peluang Duet Anies-Gibran, NasDem: Saling Menghargai dan Jangan Membungkam

Ahmad Ali mengingatkan koalisi yang hendak dibangun partainya dengan Demokrat dan PKS tak saling membungkam.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
Ibriza
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali, di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali mengingatkan koalisi yang hendak dibangun partainya dengan Demokrat dan PKS tak saling membungkam.

Hal itu merespons kritik Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief , terhadap NasDem.

Sebelumnya, Ahmad Ali mengatakan terbuka peluang Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka jadi calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan.

Ali mengatakan koalisi dibangun atas dasar kesetaraan maka setiap pendapat harus dihargai bukan malah membungkam.

"Koalisi itu dibangun atas kesetaraan. Jadi saling menghargai, jangan saling membungkam, jangan sensitif," kata Ali saat dihubungi, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: NasDem Sebut Gibran Berpeluang Jadi Cawapres Anies, Andi Arief: Jangan Menawarkan Sana-sini

Ali meminta Andi Arief agar membaca pernyataannya secara lengkap soal peluang Anies-Gibran di 2024.

Ia mengaku dirinya ditanyai untuk menyampaikan pandangannya soal peluang Anies-Gibran sebagaimana disampaikan pengamat politik, Rocky Gerung.

"Jadi awalnya ditanya bagaimana peluang ketika Gibran dengan Anies seperti disampaikan Rocky Gerung. Saya bilang jawaban saya, kenapa Tidak?" ujar Ali.

Namun, Ali menegaskan pernyataan itu merupakan suatu bentuk kebebasan berpendapat dalam sebuah koalisi.

"Intinya gini pernyataan itu, penyataan saya atau apapun itu, itu dipertimbangkan sebagai suatu kebebasan dalam berpendapat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ali mencontohkan ketika Partai Demokrat memasangkan baliho Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sama dengan kami menghargai setiap pendapat yang dilakukan oleh Partai Demokrat. Dan bahkan waktu Demokrat itu sudah memasang Baliho AHY, ya sejak kapan kita menyepakati itu? Tapi kan kita menghargai itu sebagai suatu kebebasan Demokrat," jelasnya.

Karenanya, Ali meminta agar saling menghargai bukan justru berupaya membungkam pendapatnya.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved