Profil Djan Faridz, Politikus Partai PPP yang Merupakan Mantan Menteri di Era Presiden SBY
Berikut profil Djan Faridz, anggota di majelis kehormatan partai PPP yang pernah menjabat sebagai menteri pada era Presiden SBY
Penulis:
Pondra Puger Tetuko
Editor:
Whiesa Daniswara
TIBUNNEWS.COM - Berikut profil Djan Faridz yang merupakan politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Djan Faridz merupakan mantan Menteri Perumahan Rakyat pada tahun 2011, yang membuatnya harus mundur dari pemilihan Gubernur Jakarta pada saat itu.
Saat menjadi menteri, Djan Faridz masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu II masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dikutip dari ppp.go.id, hingga saat ini Djan Faridz masih aktif dalam parta PPP sebagai anggota di majelis kehormatan pada periode 2020 - 2025.
Selain itu, Djan Faridz juga sebagai pemilik PT Dizamtra Powerindo yang bergerak dalam bidang eksploitasi batubara.
Baca juga: Arus Bawah Terbelah antara Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo, Petinggi PPP: Kami Partai Demokratis
Lantas, bagaimana sosok Djan Faridz?
Profil Djan Faridz
Djan Faridz lahir pada 5 Agustus 1950 di Jakarta dari pasangan Mohammad Djan dan ibunya Aisha Djan.
Mantan menteri tahun 2011, Djan Faridz mulai menempuh pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) St. Fransiskus pada tahun 1957 hingga 1963.
Setelah itu, Djan Faridz melanjutkan pendidikannya di SMP Kanisius pada tahun 1963, dan di SMA Negeri 2 Jakarta pada tahun 1966.
Dinyatakan lulus pada tahun 1969, Djan Faridz melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi Universitas Tarumanegara dengan jurusan arsitektur.
Diketahui, Djan Faridz menikah dengan Nini Widjaja.
Djan Faridz dan istrinya itu pun tinggal di Menteng, Jakarta Pusat, dan dikaruniai tujuh anak.
Karir Djan Faridz
Djan Faridz memulai karirnya membuka usaha bengkel las.
Seiring berjalannya waktu, ia pun juga mulai menjual barang kepada konstruksinya.
Tepat pada tahun 1996, Djan Faridz mendirikan PT Dizmatra Powerindo, sebagaimana yang dikutip dari unkris.ac.id.
PT Dizmatra Powerindo merupakan sebuah kontraktor swasta, diketahui perusahaan itu pernah mendapat proyek dari PT Pertamina.
Selain itu, Djan Faridz juga sempat memiliki usaha yang berspekulasi mengenai tanah.
Dengan kinerjanya yang baik, Djan Faridz juga pernah menjadi anggota di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI).
Diketahui, ia pun masuk organisasi Islam yang bernama Nahdhatul Ulama (NU) pada tahun 2004 sebagai anggota.
Baca juga: Forkopi Audiensi dengan Fraksi PPP DPR, Sampaikan Aspirasi Tolak Pengawasan Koperasi oleh OJK
Berselang lima tahun, Djan Faridz pun diangkat sebagai bendahara NU Jakarta di tahun 2009.
Di tahun yang sama, Ia pun terpilih sebagai wakil Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jakarta dengan suara 200.000.
Saat menjabat di DPD, Djan Faridz melestarikan tipu daya budi Betawi dengan meningkatkan ekonomi Jakarta melalui pasar tradisional.
Dengan karir yang baik, ia terpilih menjadi kepala cabang NU Jakarta pada tahun 2014.
Diketahui sebelumnya, Djan Faridz pernah terpilih dan menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada 17 Oktober 2011 yang membuatnya harus mengundurkan diri dari pemilihan Gubernur Jakarta.
Di sisi lain, Djan Faridz pernah dilaporkan oleh Indonesia Corruption Watch pada tahun 2000 dengan dugaan menerima uang tidak transparan ke pembangunan tenaga listrik pada tahun 2000.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai orang yang memiliki hubungan spesial dengan para politikus, termasuk Presideen SBY saat itu.
(Tribunnews.com/Pondra Puger)