Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Respons Mahfud MD Usai Namanya Disebut Jokowi Cocok Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

Begini respons Mahfud MD setelah Jokowi menyebut namanya menjadi satu di antara sosok yang cocok menjadi Cawapres Ganjar Pranowo.

Penulis: Nuryanti
WARTAKOTA/YULIANTO
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2023) (kiri) dan Mahfud MD di Jakarta, Jumat (14/4/2023) (kanan). Begini respons Mahfud MD setelah Jokowi menyebut namanya menjadi satu di antara sosok yang cocok menjadi Cawapres Ganjar Pranowo. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memberi tanggapan setelah disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) cocok menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Adapun Ganjar Pranowo telah ditunjuk sebagai calon presiden (Capres) dari PDIP di Pilpres 2024 mendatang.

Penunjukan Ganjar sebagai Capres disampaikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023).

Setelah Ganjar Pranowo menjadi Capres PDIP, Jokowi mengungkap sejumlah nama yang berpotensi mendampingi Ganjar Pranowo sebagai Cawapres.

Jokowi pun menyebut nama Menteri BUMN, Erick Thohir, hingga Menko Polhukam, Mahfud MD, sebagai sosok yang cocok menjadi Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo.

"Banyak, ada Pak Erick (Thohir), ada Pak Sandiaga Uno, kan banyak kan," ungkap Jokowi setelah mengikuti salat Idul Fitri di Masjid Sheikh Zayed Solo, Sabtu (22/4/2023), dilansir TribunSolo.com.

"Ada Pak Mahfud, ada Pak Ridwan Kamil, kan banyak," tambah Jokowi.

"Ada Pak Airlangga, nah termasuk Pak Prabowo," lanjutnya.

Mengenai namanya yang disebut cocok menjadi Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo, Mahfud MD buka suara.

Diberitakan Surya.co.id, Mahfud MD menanggapi santai soal namanya yang dinilai sebagai Cawapres potensial.

"Ya kita lihat saja," ujar Mahfud MD saat ditemui di Surabaya, Senin (24/4/2023).

Baca juga: FX Rudy dan Ganjar Pranowo Bertemu 10 Menit Saat Acara Open House, Apa yang Mereka Bicarakan?

Mahfud MD enggan mengungkap bagaimana peluang maupun kesiapan seandainya dipinang untuk maju di Pilpres 2024.

Menurutnya, dorongan maupun dukungan kepada seseorang untuk Pilpres sebagai bukti iklim demokrasi yang baik bahkan maju di negeri ini.

Dalam iklim demokrasi yang maju, kata dia, semua berhak mendorong atau mendukung siapapun.

"Tapi sekarang rakyat juga boleh ikut menyebut."

"Bahkan, termasuk Presiden preferensinya bukan hanya satu tapi banyak."

"Baguslah perkembangan demokrasi sekarang ini," terang Mahfud MD.

Baca juga: Sekjen PDIP: Kalau Ada Partai Beri Dukungan, Capresnya Tetap Bung Ganjar Pranowo

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melepas keberangkatan pemudik yang akan menuju Jombang, Jawa Timur dari Stadiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2023).
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melepas keberangkatan pemudik yang akan menuju Jombang, Jawa Timur dari Stadiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2023). (WARTAKOTA/YULIANTO)

Kata Pengamat soal Cawapres Potensial untuk Ganjar

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menilai apabila menjadi Cawapres, Sandiaga Uno paling mungkin bersanding dengan Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.

Adapun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, dikabarkan akan segera gabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Diyakini langkah Sandiaga Uno itu untuk membuka peluang dirinya masuk kontestasi Pilpres 2024.

"Yang memungkinkan bisa dipasangkan dengan siapa Sandiaga Uno sebagai Cawapres."

"Kalau ada tiga pasang Anies, Ganjar, dan Prabowo. Yang memungkinkan Ganjar dan Prabowo," ungkap Ujang kepada Tribunnews.com, Senin.

Baca juga: Pengamat Nilai Erick Thohir Berpeluang Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Ini Alasannya

Ia melanjutkan, kalau dengan Anies Baswedan sepertinya sulit karena yang bersangkutan akan bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dibandingkan dengan Sandiaga Uno, partai Koalisi Perubahan dinilainya tidak akan mau selain partai dari Koalisi Perubahan.

"Dan AHY berada dalam internal koalisi dan elektabilitas antara AHY dan Sandiaga masih sama."

"Saya melihat kemungkinan bisa berpasangan dengan siapa bisa dengan Ganjar atau Prabowo."

"Tetapi bisa juga tidak dengan semuanya karena semuanya masih kemungkinan," papar dia.

Baca juga: Ribuan Orang Hadiri Acara Open House Ganjar Pranowo, Teriakan Ganjar Presiden Kerap Terdengar

Sebagai informasi, Megawati Soekarnoputri menyampaikan, penunjukan Ganjar Pranowo sebagai Capres PDIP dilakukan setelah melewati proses panjang.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim menetapkan saudara Ganjar Pranowo yang sekarang adalah Gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," ujarnya, Jumat (21/4/2023).

Pengumuman Capres dari PDIP disampaikan Megawati secara daring dan dihadiri oleh seluruh kader dan simpatisan PDIP seluruh Indonesia.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Rahmat Fajar Nugraha) (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto) (Surya.co.id/Yusron Naufal Putra)

Berita lain terkait Pilpres 2024

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan