Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Simulasi 3 Capres ala Indikator Politik: Ganjar Unggul Tipis di Atas Prabowo, Anies Tertinggal

Survei ini menyajikan simulasi tiga nama capres potensial, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Penulis: Naufal Lanten
Kolase Tribunnews/Fahmi Ramadan
Kolase foto Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait calon presiden (capres) potensial untuk maju di Pilpres 2024.

Survei ini menyajikan simulasi tiga nama capres potensial, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Hasilnya, Ganjar unggul atas perolehan elektabiltas terhadap Prabowo Subianto. Sementara Anies tertinggal dari dua sosok tersebut.

“Ganjar Pranowo 34 persen, Prabowo Subianto 31,7 persen, Anies Baswedan 25,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam rilis survei secara virtual, Minggu (30/4/2023).

Ia menyebut torehan tersebut cenderung menurun bagi Ganjar dan Anies. Terlebih lagi jika dikaitkan dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara Prabowo Subianto terus menanjak dalam survei yang dilakukan selama dua bulan terakhir.

Pada Februari 2023 kemarin, Ganjar menduduki posisi pertama dengan 37,4 persen, disusul Anies 29,4 persen dan Prabowo 24,1 persen.

Kemudian pada Maret 2023, Ganjar menurun tipis di angka 36,8 persen di tengah tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi yang terus meningkat.

Baca juga: Survei Indikator: Ganjar Pranowo Unggul Tipis dari Prabowo, Anies Susul di Peringkat Tiga

Kemudian Prabowo dan Anies mendaptkan angka tak jauh berbeda pada Maret kemarin.

“Jadi saya bisa mengatakan meskipun ada dinamika di bulan april tapi ketiga calon masih punya potensi unggul. Artinya 3 nama ini tidak ada yang menang satu putaran,” kata Burhanudin.

Di sisi lain, posisi Anies yang masih paling buncit dalam survei pun belum bisa menjadi pedoman pasti.

Pasalnya, lanjut dia, Anies masih berpeluang mendulang elektabilitas mengingat waktu Pemilu yang masih cukup panjang.

“Apakah Mas Anies, tren penurunan itu membuat kansnya hilang, belum tentu. Kita harus menunggu lebih sabar karena masih ada 10 bulan kedepan,” tuturnya.

“Karena selisih mas anies dengan 2 capres di atasnya juga tidak jauh,” lanjut Burhanudin.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan