Minggu, 31 Agustus 2025

Pilpres 2024

Cak Imin Akui Ada yang Berusaha Satukan Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024 Tapi Gagal

Cak Imin mengatakan karena target dari Prabowo dan Ganjar menjadi capres maka harapan menyatukan keduanya kandas.

Kolase Tribunnews
Ganjar Pranowodan Prabowo Subianto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat W. Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengklaim beberapa waktu lalu ada yang berusaha satukan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Namun hal itu gagal karena keduanya tidak ada yang bersedia menjadi cawapres atau calon wakil presiden.

"Ada yang berusaha waktu itu menyatukan Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar. Dan ternyata tidak terjadi dua-duanya tidak ada yang nomer dua. Semua ingin nomer satu kira-kira begitu," kata Cak Imin di YouTube Akbar Faizal Uncensored, Senin (22/5/2023).

Menurut Cak Imin tidak mungkin PDIP mau Ganjar menjadi nomor dua alias cawapres

"Partai juga mana mungkin seorang Ganjar dan PDIP bisa menjadi cawapres, padahal harga mati Gerindra adalah capres. Jadi mustahil terjadi," jelasannya.

Baca juga: Cak Imin Blak-blakan Cerita KIB Pecah dan Kronologi Golkar Dekati Prabowo

Cak Imin mengatakan karena target dari Prabowo dan Ganjar menjadi capres maka harapan menyatukan keduanya kandas.

"Saya melihat itu, harapan-harapan yang tidak mungkin terjadi. Targetnya sama jadi tidak mungkin terjadi," tutupnya.

Sebelumnya,  Tim Pemenangan Ganjar Pranowo Adian Napitupulu menegaskan sebagai partai pemenang pemilu pihaknya tidak mungkin menempatkan Ganjar sebagai wakil presiden untuk Prabowo Subianto

Kata Adian sudah ada pembicaraan keduanya antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di hamparan sawah di Kebumen beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya secara langsung sudah ada percakapan antara Mas Ganjar dan Prabowo waktu di sawah itukan. Sudah ada obrolannya," kata Adian di Podcast Akbar Faizal Uncensored, dikutip Kamis (11/5/2023).

Ditegaskan Adian bahwa Ganjar Pranowo tidak mungkin jadi cawapres Prabowo Subianto.

"Memang kita tidak akan mungkin menjadi wapresnya Prabowo. Kita pemenang pemilu dan itu sikap yang telah disampaikan kepada partai, melalui ketua umum," tegasnya.

Dikatakan Adian bawah capres dari PDIP harus dari kader langsung.

"Capres harus kader. Banyak juga kalkulasi yang lain mempersempit peluangnya (Ganjar wapres Prabowo)," sambungnya.

Meski peluang sempit dikatakan Adian bahwa di politik segala kemungkinan bisa terjadi.

"Tetapi apakah masih ada peluang? Namanya juga politik mau 0,2 persen lalu dilobi dan sebagainya, kemudian jadi satu persen, jadi lebih besar lagi, jadi wapresnya," kata Adian.

"Tapi wapres tidak mungkin capres, Prabowo juga sama tidak mungkin jadi wapres," tegasnya.

Sama halnya dengan Adian, Tim Pemenangan Prabowo Subianto, Andre Rosiade juga mengungkapkan hal yang serupa.

"Sama dengan Bang Adian kami juga punya sikap karena dalam Rapimnas Partai Gerindra 12 Agustus 2022. Kami memberikan mandat ke Pak Prabowo sebagai calon presiden bukan wakil presiden," kata Andre.

"Yang kedua kami memberikan mandat ke beliau untuk menentukan siapa calon wakil beliau dan mitra koalisinya," tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan