Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Elite PKB Klaim Hubungannya dengan Gerindra Saling Melengkapi: Prabowo Paham Itu

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda menyatakan, koalisi PKB dengan Gerindra saling melengkapi.

Editor: Adi Suhendi
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid (kedua kiri), Wakil Sekjen DPP PKB Syaiful Huda (kedua kanan), Pakar Politik dari LSI Djayadi Hanan ( kiri), berbicara dalam acara Diskusi di Kantor DPP PKB, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2023). Acara Diskusi bertema PKB Mendengar, "Gus Imin Pilih Siapa?" mengadirkan sejumlah pakar politik, untuk mendengar dan mematangkan strategi PKB jelang Pemilu 2024. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda menyatakan, koalisi PKB dengan Gerindra saling melengkapi.

Hal itu berkaca pada perolehan suara PKB dan Gerindra pada Pemilu sebelumnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"PKB adalah partai politik yang memenangkan Pemilu 2019 di Jawa Timur dan pemenang kedua di Jawa Tengah, saat yang sama Gerindra pemenang di Jawa Barat dan Banten, jadi dua-duanya saling melengkapi," kata Huda saat talk show bertajuk 'PKB Mendengar, Gus Imin Pilih Siapa?' di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (1/8/2023).

Dengan begitu, Huda menilai tidak rasional jika ada pihak yang menyatakan Prabowo akan mudah mendapatkan pasangan cawapres jika tidak dengan Cak Imin.

Sebab menurut dia, kedua sosok itu sudah memiliki kecocokan dan melengkapi.

"Mungkin semua partai bisa bergabung ke Prabowo, tapi tidak menggenapi, tidak menjadi pelangkapi kebutuhan dari Gerindra sendiri," tutur dia.

Baca juga: PKB Sebut Semua Parpol Masih Tunggu Uji Materi MK soal Usia Capres-Cawapres Sebelum Berkoalisi

Huda mengklaim, kondisi saling melengkapi itu juga turut dipahami oleh Prabowo Subianto yang didorong oleh Gerindra sebagai capres.

Terlebih, Prabowo Subianto sudah dua kali kalah di Pilpres 2014 dan 2019 karena gagal meraup suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara, di dua wilayah itu PKB kata Huda memperoleh suara yang besar.

"Prabowo kalah dua kali pilpres karena tidak mendapatkan insentif elektoral di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan kalau PKB gabung pasti melengkapi," kata dia.

"Sangat dipahami (oleh Prabowo Subianto)," kata Huda.

Baca juga: Waketum PKB Tegaskan Cak Imin Bakal Dukung Capres yang Bisa Menang di Pilpres 2024

Dalam acara yang sama, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid alias Gus Jazil mengatakan pihaknya dalam hal ini PKB akan tetap setia pada koalisi yang sudah dibangun, dalam hal ini Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra.

Pernyataan Gus Jazil ini sekaligus merespons pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menyinggung agar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menetap bersama KKIR untuk Pilpres mendatang.

Meski demikian, Gus Jazil menyatakan kesetiaan PKB dalam koalisi itu dengan catatan, yakni rekan koalisinya juga harus setia.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan