Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Duet Anies-Ganjar Disebut Barang Bagus dan Saling Melengkapi

Adi Prayitno menilai positif wacana duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan. Menurutnya, pasangan itu adalah barang bagus untuk Pilpres 2024.

Editor: Wahyu Aji
Kolase Tribunnews/dok. Kompas
Wacana menduetkan Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo kini terbuka untuk maju di Pilpres 2024. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai positif wacana duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan.

Menurutnya, pasangan itu adalah bagus untuk Pilpres 2024.

"Duet ini barang bagus dan saling melengkapi," kata Adi saat dihubungi wartawan, Selasa (22/8/2023).

Menurut Adi, kunci agar hal itu bisa terwujud ada di kesepakatan elite partai, terutama PDIP dan NasDem.

Adi menilai, belakangan ini terlihat elite kedua partai itu mulai berbalas pantun soal kemungkinan penjajakan koalisi dan kerjasama politik di 2024.

"Ganjar dan Anies saling melengkapi. Sesuatu yang tak dimiliki Ganjar dimiliki Anies. Kelemahan Anies bisa ditutup Ganjar," ungkap Adi.

Adi berpendapat, situasi politik saat ini masih cukup cair sehingga PDIP melempar wacana Anies-Ganjar. Lebih dari itu, PDIP membutuhkan pemilih Anies untuk mengalahkan Prabowo Subianto.

"Politik cukup cair, tentu PDIP juga butuh pemilih Anies untuk melengkapi kekuatan politik Ganjar dan memastikan kemenangan andai terjadi head to head dengan Prabowo," pungkasnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menilai bakal Calon Presiden PDIP Ganjar Pranowo cocok untuk dipasangkan dengan Bakal Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan. Menurut Said, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan.

Ganjar dan Anies juga memiliki kesamaan, mereka sama-sama almamater di Universitas Gajah Mada. Menurut Said, bila dua tokoh ini bergabung menjadi kekuatan yang baik untuk kepemimpinan nasional ke depan.

"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas. Keduanya sama sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Univ Gajah Mada," ujar Said dalam keterangannya, Senin (21/8).

"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama sama masih muda, cerdas, dan enerjik," jelas Said.

Pernyataan tersebut menanggapi hasil survei head to head calon presiden versi Litbang Kompas. Ganjar unggul dari Anies, tetapi masih kalah dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Hasil survei ini menjadi bahan evaluasi bagi pemenangan Ganjar.

Baca juga: Wacana Duet Ganjar dan Anies, Jubir: Kalau Digabungkan Kami Yakin Masa Depan Lebih Baik

"Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jumawa. Apalagi jika Ganjar harus head to head dengan Pak Prabowo masih kalah tipis. Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pemenangan buat Ganjar Pranowo," jelas Said.

Di sisi lain, PDIP bersyukur elektabilitas Ganjar dalam simulasi tiga nama sampai 10 nama. Pihaknya akan terus mengajak menjalani kompetisi yang sehat.

"Kami akan terus bekerja keras mengambil hati rakyat, mengajak kompetisi sehat dengan beradu rekam jejak, dan gagasan, bukan hanya gimmick," ujar Said.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan