Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Luruskan Isu Anies-AHY, Elite NasDem Ajak Demokrat Diskusi Terbuka

Untuk meluruskan isu tentang duet Anies-AHY, Sahroni mengajak Partai Demokrat untuk diskusi terbuka secara kekeluargaan.

Penulis: Chaerul Umam
Kolase Tribunnews.com
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Untuk meluruskan isu tentang duet Anies-AHY, Sahroni mengajak Partai Demokrat untuk diskusi terbuka secara kekeluargaan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni, mengurungkan niat membuat laporan polisi terhadap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri, atas dugaan berita tidak benar dan kegaduhan-kegaduhan yang ditimbulkan akibatnya. 

Berita itu tertuju kepada kabar adanya kesepakatan atau komitmen, menduetkan Anies Baswedan dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai capres dan cawapres.

Kendati batal buat laporan polisi, Sahroni berharap kejadian ini tidak menimbulkan kegaduhan berlarut di publik. 

Apalagi, Sahroni bersikukuh bahwa terdapat kekeliruan dalam informasi yang disampaikan oleh SBY.

Sahroni khawatir, ketidakbenaraan informasi ini menimbulkan kebencian tidak berdasar di publik.

"Makanya jangan sampai informasi tidak benar ini, dibiarkan menyebar dan kemudian dipercayai secara mentah-mentah oleh masyarakat. Khawatir juga bisa menimbulkan kebencian tak berdasar," kata Sahroni kepada wartawan Selasa (5/9/2023).

Sebab itu, untuk meluruskan isu tentang duet Anies-AHY, Sahroni mengajak Partai Demokrat untuk diskusi terbuka secara kekeluargaan.

"Mari kita selesaikan ini melalui cara-cara kekeluargaan, berdiskusi, bertukar pikiran, berdebat. Saya kira ini juga akan bagus, ya, untuk pendidikan politik. Kita bisa mengajarkan dan memperlihatkan kedewasaan dalam berpolitik," ucap Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni mengungkapkan alasan dirinya urung membuat laporan polisi pada Senin (4/9/2023) kemarin.

Saat dalam perjalanan, Sahroni mengaku dihubungi Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh.

Ketum Surya Paloh pun lantas meminta Sahroni membatalkan niatnya untuk melaporkan tokoh politik tersebut. 

Ditambah, Sahroni juga mengaku dihubungi oleh Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan dengan pesan serupa seperti yang diucapkan Surya Paloh. 

Menurut Sahroni, keduanya ingin seluruh pihak yang saat ini tergabung, untuk solid mengatur strategi pemenangan capres-cawapres yang mereka telah diusung.

"Jadi sudah saya urungkan niat (melapor) itu, ya, karena saat menghubungi Babeh (Surya Paloh) dan Pak Anies, mereka meminta demikian. Tapi poin saya tetap sama, ada suatu hal yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ucapnya.

"Dan tentu ini sangat perlu diklarifikasi. Mungkin tidak harus melalui jalur hukum, tapi kita bisa gunakan ruang-ruang publik, di televisi misalnya. Ini kan juga sesuai permintaan (tokoh) yang bersangkutan," imbuhnya.

Baca juga: Dari Solo Puan Lanjut Temui Jokowi di Istana, 2 Jam Bahas Pilpres, Soal Gibran Jadi Cawapres?

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan