Pilpres 2024
Puan Jawab Kemungkinan Megawati dan Prabowo Bertemu, Singgung soal Dinamika Partai
Puan Maharani menjelaskan pertemuan antara Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sangat mungkin terjadi
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menjawab kabar pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Dijelaskan Puan Maharani, pertemuan antara keduanya sangat mungkin terjadi.
Apalagi, kata Puan, situasi politik masih sangat cair.
Terlebih Prabowo juga memiliki kedekatan tersendiri dengan Megawati.
"(Pertemuan Prabowo dan Megawati) bisa saja (dilakukan), saya kemarin juga bertemu dengan Mas Prabowo di acara NU," kata Puan Maharani, Kamis (22/9/2023) dikutip dari YouTube Kompas TV.
Baca juga: Ganjar Pranowo Batal Datang ke Batam, Begini Penjelasan PDIP
Selain pertemuan kedua tokoh tersebut, Puan Maharani mengaku dirinya juga kerap melakukan pertemuan informal dengan elit partai politik lainnya.
"(Pertemuan) ini kan perwakilan dari Partai Golkar dan Partai Gerindra, jadi komunikasi informal selalu tetap dilakukan."
"Komunikasi dengan semua partai tetap dilakukan," jelas Puan Maharani.
Sementara itu, terkait mencuatnya kabar peluang duet Capres Ganjar Pranowo dengan Prabowo, Puan menanggapinya santai.
Ia menegaskan dinamika partai politik menuju Pilpres 2024 masih sangat cair sehingga segala kemungkinan bisa terjadi.
Baca juga: Demokrat Sambut Kemungkinan Ganjar Jadi Bakal Cawapres Prabowo: Tidak Ada yang Tak Mungkin
Puan menegaskan setiap gagasan dibutuhkan adanya kalkulasi yang matang.
"Kita lihat lagi nanti gimana dinamikanya selama satu bulan ini, apakah kemudian bisa terjadi."
"Semua partai juga punya kalkulasi (masing-masing)," ungkap Puan Maharani.
Sebagaimana diketahui, gagasan duet Prabowo-Ganjar muncul karena adanya isu akan ada dua poros koalisi yang bakal bertarung di Pilpres 2024.

Baca juga: Isu Duet Prabowo-Ganjar Mencuat, Gerindra Anggap Nyaris Mustahil, Disebut Mungkin oleh PDIP
Hal tersebut juga sempat terpikirkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid.
Pihaknya berpandangan, hanya akan ada dua poros koalisi yang bakal bertarung di Pilpres 2024.
"Saya pribadi melihatnya kayaknya tinggal dua poros pribadi ya ini, bukan keputusan PKB atau apa bukan," kata Jazilul di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/9/2023).
Kendati demikian, pihaknya enggan merinci perihal siapa nantinya yang akan menjadi lawan politik dari pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (AMIN).
Jazilul dan koalisinya telah mengantisipasi jika nantinya harus melawan skema dua paslon maupun tiga paslon.
"Yang jelas pasangan AMIN mengantisipasi semua kemungkinan, kemungkinannya kan tinggal dua yaitu tiga poros atau dua poros," jelas Jazilul.
Baca juga: Cara Ganjar Didik Anaknya saat Jadi Gubernur Jateng: Sopir Tak Boleh Bukakan Pintu
Di sisi lain, menurut Jazilul, pasangan AMIN nantinya tetap diuntungkan jika harus melawan berbagai skema di Pilpres.
"Untung semuanya buat AMIN asal bersama masyarakat dan rakyat," ungkap Jazilul.
Sebagai informasi, saat ini setidaknya ada tiga poros koalisi yang bakal maju di Pilpres 2024.
Poros pertama adalah pasangan AMIN yang diusung NasDem, PKS dan PKB.
Selain itu, ada dua poros koalisi yang masih belum menentukan cawapresnya.
Yakni, koalisi Indonesia maju yang tediri dari Gerindra, Golkar, PAN, PBB, Partai Gelora, dan Demokrat yang mengusung Prabowo Subianto menjadi bakal capres.
Juga koalisi PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura yang mengusung Ganjar Prabowo menjadi bakal capres.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.