Jumat, 29 Agustus 2025

Pilpres 2024

Politisi Demokrat soal Gibran jadi Cawapres Prabowo Meski Kader PDIP

Deputi Bappilu Demokrat, Kamhar Lakumani sebut majunya Gibran jadi cawapres Prabowo padahal masih di PDIP sebagai bukti partai cetak kader potensial.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Bakal calon presiden (capres) - calon wakil presiden (cawapres) Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka rampung menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Kamis (26/10/2023).  

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani, turut menyoroti terkait majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal cawapres Prabowo Subianto.

Kata Kamhar, kondisi majunya Gibran ke Pilpres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) meski berstatus sebagai kader PDIP, sebagai bukti kalau partainya itu memiliki kelebihan dalam mencetak para kadernya.

Justru menurut Kamhar, kondisi demikian menunjukkan kalau PDIP sukses dalam mengeluarkan banyak stok kader sebagai calon pemimpin.

"Meskipun memiliki aturan main yang berbeda dan tak bisa disamakan, justru ini menunjukkan bahwa partai-partai ini sukses mencetak dan memiliki stok kader-kader pemimpin potensial," kata Kamhar saat dimintai tanggapannya, Sabtu (28/10/2023).

Kamhar menyatakan, sejatinya pengusungan kader partai oleh partai politik lainnya di Pemilu bukanlah hal yang tabu.

Baca juga: Golkar soal Gibran Rakabuming Dinilai Pembangkang oleh PDIP: Semua akan Indah pada Waktunya

"Diajukannya kader suatu partai politik oleh partai politik lainnya dalam suatu kontestasi pemilu, bukan hal yang tabu," kata dia.

Beberapa kondisi tersebut pernah terjadi, bahkan kata Kamhar pada gelaran Pilpres.

Di mana, pada Pilpres 2004 kata dia, Jusuf Kalla yang saat itu merupakan kader Partai Golkar diusung sebagai cawapres dari partai lain, dalam hal ini Demokrat untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Sebagaimana halnya Pak Jusuf Kalla pada Pilpres 2004 yang sebelumnya ikut konvesi Partai Golkar kemudian digandeng Pak SBY sebagai Cawapres yang diusung Partai Demokrat dan Koalisi Kerakyatan pada masa itu," beber dia.

Sementara Partai Golkar saat itu, kondisinya serupa dengan PDIP saat ini yakni memiliki kader yang diusung dalam Pilpres.

Baca juga: Kunjungi Pengrajin Tembaga di Boyolali Gibran Disuguhi Pisang Godok dan Lempeng

"Partai Golkar mengusung pasangan lain, yaitu Pak Wiranto berpasangan dengan Gus Sholah. Bahkan pada putaran kedua pun Pak JK tak didukung partainya. Namun itu tak masalah," kata dia.

Meski begitu, Kamhar menyebut, sejatinya Demokrat tidak dalam kapasitas mencampuri urusan internal PDIP.

Termasuk kata dia, perihal hubungan Gibran dengan PDIP yang secara garis besar diserahkan pada mekanisme yang berlaku di partai berlogo banteng tersebut.

"Terkait hubungan Mas Gibran dengan PDIP kami serahkan dan hormati sepenuhnya mekanisme yang berlaku di internal PDIP," tutur dia.

"Meskipun demikian, sepengetahuan kami Mas Gibran telah menempuh langkah-langkah yang sepatutnya dilakukan dengan menemui dan menyampaikan langsung ke Mba Puan terkait akan maju sebagai Cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Maju. Mas Gibran telah melakukan langkah-langkah yang kesatria," tukas Kamhar.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan