Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Respons Ganjar dan Mahfud MD soal Balihonya Dicopot saat Jokowi Berkunjung ke Bali

Inilah komentar dari capres dan cawapres, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, perihal balihonya diturunkan ketika Jokowi berkunjung ke Bali.

Editor: Nuryanti
Tangkap layar kanal YouTube Najwa Shihab
Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengomentari nama duetnya yang beredar di media sosial, Ganjar sebut sedang dipikirkan, Kamis (20/10/2023), di program Mata Najwa. Inilah komentar dari capres dan cawapres, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, perihal balihonya diturunkan ketika Jokowi berkunjung ke Bali. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah tanggapan dari bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres), Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, perihal balihonya diturunkan ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Bali.

Baliho Ganjar-Mahfud dicopot ketika Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Pasar Bulan Batubulan, Selasa (31/10/2023).

Menanggapi hal tersebut, Ganjar Pranowo bertanya-tanya mengapa balihonya bersama Mahfud MD dicopot.

Baca juga: Baliho Ganjar-Mahfud Dicopot Saat Kunjungan Jokowi ke Bali, PDIP Merasa Didiskriminasi

“Saya lagi coba bertanya-tanya kenapa dicopot,” ungkap Ganjar dikutip dari TribunBali.com.

Hal ini disampaikannya selepas menghadiri Mukernas ke-V Persada di Prama Beach Hotel, Bali pada Rabu (1/11/2023) siang.

“Kalau memang ada yang melanggar silakan dicopot. Kalau tidak ada yang melanggar, sebaiknya tidak perlu berlebihan,” ujar Ganjar Pranowo.

Pria berusia 55 tahun itu berpendapat, apabila memang baliho itu melanggar aturan, maka dia mempersilakan untuk dicopot.

Namun, jika baliho itu dipasang tanpa melanggar aturan, Ganjar meminta supaya segenap pihak tak perlu berlebihan menindaklanjuti baliho tersebut.

“Kalau memang ada yang melanggar silahkan dicopot. Kalau tidak ada yang melanggar, sebaiknya tidak perlu berlebihan,” tuturnya.

Baliho bergambar Ganjar Pranowo-Mahfud MD di kawasan Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, dicopot Satpol PP Provinsi Bali saat Jokowi melakukan kunjungan ke Pasar Bulan Batubulan, Selasa (31/10/2023) (kiri). Sehari setelah kunjungan Jokowi, Rabu (1/11/2023), baliho Ganjar-Mahfud sudah terpasang kembali (kanan).
Baliho bergambar Ganjar Pranowo-Mahfud MD di kawasan Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, dicopot Satpol PP Provinsi Bali saat Jokowi melakukan kunjungan ke Pasar Bulan Batubulan, Selasa (31/10/2023) (kiri). Sehari setelah kunjungan Jokowi, Rabu (1/11/2023), baliho Ganjar-Mahfud sudah terpasang kembali (kanan). (KOMPAS.com Yohanes Valdi/TRIBUNBALI Wayan Eri Gunarta)

Sementara itu, Mahfud MD cenderung tak banyak memberikan komentar perihal pencopotan baliho tersebut.

Ketika ditanya wartawan, Mahfud hanya menggelengkan kepalanya sambil bertolak pinggang lalu menyatakan bahwa hal tersebut tidak penting.

"Enggak penting," kata Mahfud secara singkat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Rabu (1/11/2023), dikutip dari Kompas.com.

Pria yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Mahfud MD kemudian masuk ke dalam mobil untuk meninggalkan Kantor Kemenko Polhukam.

Baliho Kembali Dipasang

Baliho-baliho mengenai Pilpres 2024 kembali dipasang di Jalan SMKI Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Rabu (1/11/2023).

Dilansir TribunBali.com, baliho tersebut di antaranya adalah baliho Ganjar-Mahfud, baliho Prabowo dan calon legislatif (caleg), yang sempat diturunkan oleh Satpol PP Provinsi Bali.

Kemudian, tidak ada penggeseran sama sekali, posisi baliho yang terpasang sama seperti saat baliho tersebut sebelum diturunkan.

Meski begitu, bendera-bendera PDIP masih belum terlihat terpasang di sisi jalan.

Padahal sebelum kedatangan Presiden Jokowi, bendera partai berlambang banteng moncong putih itu terpasang di setiap beberapa meter di sepanjang jalan di depan Pasar Bulan.

Sementara itu, baliho-baliho yang sebelumnya dicopot telah dipasang kembali selepas Jokowi meninggalkan Pasar bulan.

Hal itu disampaikan oleh seorang tukang parkir di Pasar Bulan yang bernama Anak Agung Gede Putra.

"Dipasangnya kemarin, pas Pak Jokowi pergi, langsung dipasang lagi. Dipasang sama yang tadinya menurunkan," ujarnya, dilansir TribunBali.com.

(Tribunnews.com/Deni)(TribunBali.com/Ida Bagus Putu Mahendra/I Wayan Eri Gunarta)(Kompas.com/Ardhito Ramadhan)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan