Pilpres 2024
Prabowo Gunakan Diksi Tak Pantas untuk Respons Sindiran Anies, Pengamat: Harus Kelola Emosi
Pengamat Kebijakan publik, Nur Iswan, menyayangkan Prabowo menggunakan kata kasar untuk merespons sindiran Anies Baswedan soal kepemilikan tanah.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Pravitri Retno W
Nur Iswan merasa penggunaan kata-kata kasar lebih baik tidak digunakan oleh capres.
Termasuk juga tidak boleh diucapkan oleh timses atau tokoh dari masing-masing kubu capres.
“Diksi kata yang kasar hendaknya tidak dipergunakan. Terlebih lagi jangan sampai diucapkan oleh paslon atau tokoh dari semua kubu,” kata Nur Iswan, Selasa, dilansir WartakotaLive.com.
Nur Iswan mengingatkan dalam kontestasi Pilpres dan Pemilu 2024 ini, semua pihak harus bisa mengelola emosi dan perasaanya.
“Hati tidak boleh panas. Hati tidak boleh didikte oleh kejengkelan dan kemarahan yang berkepanjangan."
"Pikiran tetap harus jernih. Pemimpin kan harus bisa mengelola emosi dan perasaan,” imbuh Nur Iswan.
Lebih lanjut, Nur Iswan menyampaikan, semua paslon harus fokus merebut hati pemilih dengan cara menyampaikan rekam jejak, narasi atau gagasannya.
“Semua paslon kan pasti punya gagasan. Jangan malah menyerang dengan diksi kata yang kasar. Itu malah bisa menghilangkan respek dan simpati pemilih, bukan?” imbuhnya.
Baca juga: Perubahan Citra Prabowo pada Pilpres 2024 Disorot Media Luar Negeri, Kini Lekat dengan Gemoy
Timnas AMIN Sikapi Umpatan Prabowo
Asisten Pelatih Tim Nasional (Timnas) pasangan Anies-Cak Imin (AMIN), Jazilul Fawaid, merespons soal umpatan Prabowo Subianto yang menyinggung capres lain soal pembahasan kepemilikan tanah dalam Debat Pilpres 2024, Minggu malam.
Menyikapi hal itu, Jazilul justru menilai kalau pernyataan yang disampaikan Prabowo adalah ungkapan untuk menilai diri sendiri.
"Ya itu pasti dirinya, dirinya mengatakan dirinya sendiri, ya masa ada pertanyaan bodoh, enggak ada, pertanyaan itu netral, orang bertanya (masa) itu pertanyaan bodoh, dia (Prabowo) yang enggak bisa jawab," kata Jazilul kepada awak media di NasDem Tower, Gondangdia, Selasa.
Saat ditanyakan soal etis atau tidaknya seorang capres menyatakan demikian, Jazilul menyinggung kalau ada pihak yang sudah tidak lagi memperdulikan etik.
Sebab kata Jazilul, setiap pertanyaan yang mempermasalahkan etik, Prabowo justru tidak bisa menjawabnya.
"Kayaknya sudah tidak lagi memperdulikan etik deh, kayaknya sudah tidak peduli etik, kan tidak bisa menjawab, setiap pertanyaan yang bernada mempertanyakan etik, tidak bisa jawab," kata Jazilul.
Hanya saja, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu enggan berbicara lebih jauh soal dinamika tersebut.
Baca juga: Prabowo Mengaku Tak Pernah Saling Menyakiti saat Rival dengan Jokowi, Kini Sindir Anies Baswedan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.