Minggu, 31 Agustus 2025

Pilpres 2024

Prabowo Gunakan Diksi Tak Pantas untuk Respons Sindiran Anies, Pengamat: Harus Kelola Emosi

Pengamat Kebijakan publik, Nur Iswan, menyayangkan Prabowo menggunakan kata kasar untuk merespons sindiran Anies Baswedan soal kepemilikan tanah.

Tangkap Layar YouTube KPU RI
Prabowo Subianto berdebat dengan calon Anies Baswedan pada debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan. Minggu (7/1/2024). Tema Debat Capres ketiga adalah Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik dan Politik Luar Negeri. | Pengamat Kebijakan publik, Nur Iswan menyayangkan Prabowo menggunakan kata kasar untuk merespons sindiran Anies Baswedan soal kepemilikan tanah 340 ribu hektare. 

Nur Iswan merasa penggunaan kata-kata kasar lebih baik tidak digunakan oleh capres.

Termasuk juga tidak boleh diucapkan oleh timses atau tokoh dari masing-masing kubu capres.

“Diksi kata yang kasar hendaknya tidak dipergunakan. Terlebih lagi jangan sampai diucapkan oleh paslon atau tokoh dari semua kubu,” kata Nur Iswan, Selasa, dilansir WartakotaLive.com.

Nur Iswan mengingatkan dalam kontestasi Pilpres dan Pemilu 2024 ini, semua pihak harus bisa mengelola emosi dan perasaanya.

“Hati tidak boleh panas. Hati tidak boleh didikte oleh kejengkelan dan kemarahan yang berkepanjangan."

"Pikiran tetap harus jernih. Pemimpin kan harus bisa mengelola emosi dan perasaan,” imbuh Nur Iswan.

Lebih lanjut, Nur Iswan menyampaikan, semua paslon harus fokus merebut hati pemilih dengan cara menyampaikan rekam jejak, narasi atau gagasannya.

“Semua paslon kan pasti punya gagasan. Jangan malah menyerang dengan diksi kata yang kasar. Itu malah bisa menghilangkan respek dan simpati pemilih, bukan?” imbuhnya.

Baca juga: Perubahan Citra Prabowo pada Pilpres 2024 Disorot Media Luar Negeri, Kini Lekat dengan Gemoy

Timnas AMIN Sikapi Umpatan Prabowo

Asisten Pelatih Tim Nasional (Timnas) pasangan Anies-Cak Imin (AMIN), Jazilul Fawaid, merespons soal umpatan Prabowo Subianto yang menyinggung capres lain soal pembahasan kepemilikan tanah dalam Debat Pilpres 2024, Minggu malam.

Menyikapi hal itu, Jazilul justru menilai kalau pernyataan yang disampaikan Prabowo adalah ungkapan untuk menilai diri sendiri.

"Ya itu pasti dirinya, dirinya mengatakan dirinya sendiri, ya masa ada pertanyaan bodoh, enggak ada, pertanyaan itu netral, orang bertanya (masa) itu pertanyaan bodoh, dia (Prabowo) yang enggak bisa jawab," kata Jazilul kepada awak media di NasDem Tower, Gondangdia, Selasa.

Saat ditanyakan soal etis atau tidaknya seorang capres menyatakan demikian, Jazilul menyinggung kalau ada pihak yang sudah tidak lagi memperdulikan etik.

Sebab kata Jazilul, setiap pertanyaan yang mempermasalahkan etik, Prabowo justru tidak bisa menjawabnya.

"Kayaknya sudah tidak lagi memperdulikan etik deh, kayaknya sudah tidak peduli etik, kan tidak bisa menjawab, setiap pertanyaan yang bernada mempertanyakan etik, tidak bisa jawab," kata Jazilul.

Hanya saja, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu enggan berbicara lebih jauh soal dinamika tersebut.

Baca juga: Prabowo Mengaku Tak Pernah Saling Menyakiti saat Rival dengan Jokowi, Kini Sindir Anies Baswedan

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan