Minggu, 31 Agustus 2025

Pilpres 2024

Sebut Merusak Lingkungan Setara dengan Praktik Perbudakan, Anies: Harus Berubah

"Dulu berusaha dan merusak lingkungan itu bisa aja dianggap normal, ke depan itu aib, itu dosa dan itu harus berubah," ujar Anies Baswedan.

Editor: Content Writer
Istimewa
Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dalam acara Desak Anies di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (11/1/2024). 

TRIBUNNEWS.COM, Samarinda - Persoalan lingkungan hidup mendapat perhatian serius dari Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan.

Anies menyampaikan, perihal lingkungan hidup, dalam pengalamannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, pengusaha selalu nurut. Masalahnya, Pemerintah tidak memprioritaskan ekologi dan pembangunan keberlanjutan.

"Soal lingkungan hidup, dalam pengalaman, pengusaha itu nurut kepada pemerintah, pelaku usaha itu nggak ada yang bertubrukan dengan pemerintah, pengusaha nurut. Problemnya pemerintah sendiri tidak memprioritaskan ekologi, tidak memprioritaskan pembangunan berkelanjutan. Sehingga, pengusaha merasa ada keleluasaan di situ,” kata Anies dalam acara Desak Anies di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (11/1/2024).

Anies menegaskan, sudah saatnya negara tidak diatur oleh pelaku usaha dan sebaliknya justru negara yang harus mengatur para pelaku usaha.

Baca juga: Kampanye di Kalimantan Timur, Anies: Saya Lihat Secara Langsung Ketimpangan di Kalangan Masyarakat

Anies pun membagikan pengalamannya saat memimpin dan mengelola Jakarta.

"Saya mengalami, mengelola Jakarta, dan ketika saya proses kampanye hingga bertugas di Jakarta didukungnya oleh rakyat kebanyakan. Bukan oleh para pemilik modal yang besar, bukan. Dan Ketika saya bertugas, saya panggil, mengundang mereka, kita menginginkan Jakarta yang ABCD. Mari kita sama-sama, dan mereka ikut. Dan saya yakin, ketika diundang, dan ditunjukkan masa depan, mereka pasti ikut," ujarnya.

Menurut Anies, praktik merusak lingkungan setara dengan praktik perbudakan.

"Dulu praktik perbudakan dianggap normal, usaha pakai budak itu normal, tapi siapa yang menganggap normal hari ini? Kalau pakai budak, tidak ada yang terima," tegasnya.

"Dulu berusaha dan merusak lingkungan itu bisa aja dianggap normal, ke depan itu aib, itu dosa dan itu harus berubah. Hal ini yang ingin saya sampaikan dan Insya Allah kita lakukan perubahan sama-sama. Saya yakin, kita dibuat pesan moralnya, lalu diturunkan dalam bentuk kebijakan, lalu dilaksanakan terjadi perubahan. Terima kasih," tandasnya. (***Yose***)

Baca juga: Anies Ingin Kadin Ambil Bagian dalam Mengembangkan Ekonomi Indonesia

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan