Minggu, 31 Agustus 2025

Pilpres 2024

Elite PKB Nilai Aneh Jika Ada Warga Nahdliyin Tak Pilih Calon Pemimpin dari NU

Awalnya, Jazilul menjelaskan soal visi misi paslon Pilpres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang mana ingin memakmurkan Indonesia.

Penulis: Reza Deni
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid. Ia mengatakan, warga NU yang tak memilih pemimpin dari NU berarti ada yang korslet. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bicara soal pilihan pemimpin bagi warga Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Waketum PKB sekaligus Asisten Coach Timnas AMIN, Jazilul Fawaid, jika ada warga NU yang tak memilih pemimpin dari NU berarti ada yang korslet.

Awalnya, Jazilul menjelaskan soal visi misi paslon Pilpres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang mana ingin memakmurkan Indonesia.

"Kalau ada warga NU tidak memilih pemimpin dari NU menurut saya, korslet," kata Gus Jazil saat pidato di acara silaturahmi dan konsolidasi di Badung, Bali, Jumat (26/1/2024).

Jazilul memastikan AMIN merupakan calon pemimpin yang memiliki niat baik.

"Kita punya pemimpin yang jelas ilmunya agamanya, memiliki niat yang baik. Itu pasangan nomor 1. Saya yakin Gus Imin kita jadikan beliau sebagai simbol pemersatu," ujar dia

Dia mengatakan Anies-Cak Imin akan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur.

"Setahu saya pemimpin Indonesia yang memiliki simbol persatuan adalah Gus Imin. Termasuk di Bali ingin ada keadilan untuk Bali Selatan dan Utara. Saya yakin Gus Imin mengantarkan Indonesia menuju negara adil makmur," tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf menanggaoi pernyataan cendikiawan NU Nadirsyah Hosen yang menyebut PBNU memihak ke pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dia menilai bahwa pengikut Rais A’am dan Ketua Umum PBNU bergerak akibat pernyataan yang disampaikan Gus Nadir tersebut

Gus Nadir secara blak-blakan menyampaikan bahwa struktural PBNU mendapatkan arahan untuk memberikan dukungan kepada Prabowo - Gibran.

Arahan itu diungkap dalam sebuah pertemuan PBNU di Surabaya.

Bahkan, menurut Gus Nadir, arahan untuk memberikan dukungan ke paslon nomor urut 2 ini disampaikan langsung oleh Rais A’am PBNU KH Miftachul Achyar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

“Jadi, jangan salahkan PBNU jika sekarang pengikut Rais A’am dan Ketua Umum ini bergerak akibat pernyataan yang disampaikan Prof Nadirsyah Hosen,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (23/1/2024).

Dia mengatakan, pernyataan Prof Nadirsyah ini memantik dan mengungkit para pengikut Rais A’am dan Ketua Umum PBNU untuk benar-benar memenangkan paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran.

“Jadi mereka bergerak ini dampak dari pernyataan Prof Nadirsyah, karena PBNU tidak pernah menyampaikan atau merilisnya. Dan gerakan ini meluas, karena pengikut Rais A’am dan Ketua Umum PBNU ini banyak sekali,” tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan