Pilpres 2024
Hasto: Kepala Daerah PDIP Diintimidasi agar Dukung Prabowo-Gibran
Hasto menjelaskan, hal tersebut dilakukan secara masif oleh oknum-oknum anggota Polri.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan, ada kepala daerah dari partainya diintimidasi aparat penegak hukum agar tak mendukung pasangan Ganjar Pranowo - Mahfud MD.
"Saya punya bukti-buktinya di sini, bagaimana kepala daerah di PDIP coba diintimidasi," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (1/4/2024).
Hasto mengatakan, aparat menekan kepala daerah PDIP melalui pengaduan masyarakat (dumas).
"Caranya bagaimana? Ada orang diminta untuk menggunakan mekanisme dumas, pengaduan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, melalui dumas tersebut kepala daerah PDIP diminta untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
"Lalu dengan dumas ini dipakai sebagai alat pressure (penekan) bagi kepala daerah kami untuk tidak bergerak, silakan memenangkan PDIP, tapi jangan dukung Ganjar-Mahfud, dukung 02," ucap Hasto.
Hasto menjelaskan, hal tersebut dilakukan secara masif oleh oknum-oknum anggota Polri.
"Kami baru saja melakukan rapat konsolidasi secara nasional. Ada beberapa kepala daerah yang melaporkan modus-modus itu," ungkapnya.
Hasto pun mengimbau semua pihak untuk wujudkan kampanye yang damai, bergembira, mendidik, dan mencerdaskan rakyat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sekretaris-jenderal-pdi-perjuavv.jpg)