Pilpres 2024
Beber Program di Debat Pamungkas, Prabowo: Kami Akan Beri 10 Ribu Beasiswa Science Technologi
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam debat capres terakhir atau pamungkas yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC).
Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menegaskan Indonesia memerlukan banyak sumber daya manusia (SDM) untuk bisa bersaing di sektor teknologi informasi dan telekomunikasi di masa mendatang.
Merujuk dari kebutuhan itu, Prabowo menyebut, dirinya bersama Gibran Rakabuming Raka telah menyiapkan puluhan ribu beasiswa bagi anak-anak Indonesia di bidang science, technologi, engineering dan mathematics.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam debat capres terakhir atau pamungkas yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC).
"Jadi program kami memberi beasiswa tadi sudah saya katakan 10 ribu kedokteran 10 ribu di bidang science teknologi engineering dan mathematics," kata Prabowo dalam pernyataannya, Minggu (4/2/2024).
Kata dia, penerima beasiswa tersebut nantinya akan disekolahkan di luar negeri untuk menyerap ilmu teknologi dan informasi, dan pulang ke Indonesia untuk membangun pabrik-pabrik.
Sementara di dalam negeri, nantinya akan banyak dibangun fakultas-fakultas science, technologi, engineering dan mathematics (STEM) untuk menunjang pendidikan anak bangsa.
Jika memang nantinya kehendak politik memerlukan untuk pembangunan pabrik, maka bisa dilakukan segera.
"Kita ambil yang terpintar dari Indonesia kita kirim ke luar negeri kita bangun fakultas-fakultas STEM yang lebih banyak lagi di Indonesia baru kita rebut teknologi dan yang penting kehendak politik, ya bangun pabrik itu saya kira itu saja," tukas Prabowo.
Sebelumnya, Calon presiden RI (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia sangat terbuka kemungkinan untuk membangun sendiri pabrik gagdet atau ponsel di dalam negeri.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam debat capres terakhir yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) saat merespons pertanyaan panelis debat.
Adapun dalam pertanyaan tersebut, pasangan calon dimintai komitmen untuk membuat kedaulatan manufaktur telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia.
Hal itu merujuk pada angka impor ponsel di Indonesia pada tahun 2023 yang mencapai Rp30 triliun padahal pembangunan pabrik gagdet hanya butuh dana investasi Rp500 miliar atau setengah triliun rupiah.
"Kalau saya selalu solutif dan tindakan, kalau memang hanya setengah triliun perlu kehendak politik, ya bangun itu pabrik segera," kata Prabowo dalam pernyataannya, Minggu (4/2/2024).
Akan tetapi kata dia, bicara teknologi maka harus juga dipersiapkan soal sumber daya manusianya.
Oleh karenanya menurut Menteri Pertahanan RI (Menhan) tersebut, Indonesia sudah saatnya mendidik seluruh generasi penerus di dalam sektor teknologi, engineering dan science.
Sektor tersebut yang menurut dia, bisa menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju lainnya dalam hal pembanguan infrastruktur teknologi.
"Kedua masalah teknologi selalu berurusan dengan sumber daya manusia, kita harus sekarang mendidik anak-anak kita lebih banyak di bidang science, engineering, dan matematik ini sangat mutlak baru kita bisa bersaing. Kalau kita tidak punya awaknya gimana?" ujar Prabowo.
Sebagai informasi, tema besar debat edisi kelima ini adalah kesejahteraan sosial, pembangunan sumber daya manusia (SDM), dan iklusi.
Adapun sub temanya dibagi menjadi enam, yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-subianto-dan-gibran-rakabuming-raka-dalam-debat-kelima-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.