Pilpres 2024
Bawaslu Ingatkan Menteri Dilarang Nyatakan Keberpihakan Terhadap Capres Cawapres
Bagja juga emngungkapkan, pihaknya telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan imbauan kepada para menterinya, termasuk berhati-
Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja menegaskan untuk para menteri belum cuti untuk menyatakan keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
“Kami mengingatkan para menteri bahwa untuk siapapun juga capresnya itu tidak boleh kemudian para menteri untuk kemudian melakukan keberpihakan,” kata Bagja saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Senin (5/2/2024).
“Kecuali yang bersangkutan masuk dalam tim kampanye, oleh karena itu harus cuti. Nah, itu penting untuk disampaikan,” ia menambahkan.
Bagja juga emngungkapkan, pihaknya telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan imbauan kepada para menterinya, termasuk berhati-hati dalam menjalankan tugas kenegaraan dalam tugas dan fungsinya sebagai pemerintahan.
“Jadi, kami mengutip Undang-Undang dan juga mengingatkan buat para menteri di kabinet pak presiden, jelasnya.
”Agar berhati-hati dalam melakukan tindakan, khususnya dalam rangka kenegaraan. Melakukan tindakan khususnya dalam rangka kenegaraan, dalam rangka tugas fungsi sebagai pemerintah,” tambah Bagja.
Beda soal jika para menteri sudah mengajukan cuti. Maka segala tindakan dan dukungannya yang berkaitan dengan salah satu pasangan capres cawapres, diperbolehkan.
”Sepanjang tidak menggunakan fasilitas negara,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-badan-pengawas-pemilu-bawaslu-ri-rahmat-bagja-dalam-jumpa-pers-di-kantornya.jpg)