Pilpres 2024
Ragam Komentar soal Partai Gelora Tolak PKS Gabung Koalisi Prabowo-Gibran
Ragam komentar Partai Gelora menolak PKS bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran. Ini kata Ahmad Syaikhu, Habiburokhman, hingga Gibran Rakabuming.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Febri Prasetyo
"Secara umum kami sadar betul rekan-rekan Partai Gelora sangat berkontribusi dalam pemenangan Prabowo-Gibran," tuturnya.
Namun, Habiburokhman menilai segala kepentingan dalam politik dapat dibicarakan dalam musyarawah mufakat.
"Dan kita tahu kontestasi kemarin memang cukup dinamis, tapi kami lihat semua hal bisa dimusyawarahkan antarsesama anak bangsa," ujarnya.
Tanyakan Partai Gelora
Gibran Rakabuming Raka memberikan jawaban singkat soal peluang bergabungnya PKS ke pemerintahan.
Saat menanggapi peluang bergabungnya PKS ini, wakil presiden terpilih ini awalnya hanya melemparkan senyum.
Wali Kota Solo itu kemudian mengatakan bahwa keputusan bergabung atau tidaknya PKS ke koalisi pemerintahan ada di tangan Prabowo Subianto.
"Nanti ditunggu saja, untuk susunan dan komposisinya ditunggu saja ya," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Kemudian, soal penolakan yang dilakukan Gelora terhadap PKS, ia meminta agar pertanyaan itu ditanyakan kepada partai terkait.
"Ya, tanyakan Partai Gelora," ujar Gibran.
Gibran juga memilih irit bicara soal persentase komposisi pemerintahannya bersama Prabowo ke depan.
"Ditunggu saja," katanya.
Sebelumnya, penolakan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora, Mahfuz Sidik.
Menurutnya, jika PKS bergabung ke pemerintahan baru mendatang, ini bisa menjadi sinyal pembelahan antara partai tersebut dengan massa ideologisnya.
"Jika sekarang PKS mau merapat karena alasan proses politik sudah selesai, apa segampang itu PKS bermain narasi ideologisnya?"
"Apa kata pendukung fanatiknya? Sepertinya ada pembelahan sikap antara elite PKS dan massa pendukungnya," tutur Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).
Ia lantas mengungkit serangan yang dilakukan PKS kepada Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024.
Serangan itu masif dilakukan, tuturnya, terutama kepada Gibran dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran," ujar Mahfuz Sidik.
(Tribunnews.com/Deni/Chaerul/Reza/Milani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.