Rabu, 27 Mei 2026

Dero dan Pamonte, Dua Tarian Khas Suku Kaili dan Pamona Sulawesi Tengah

Tari Dero jadi ciri khas tarian Suku Pamona. Sedangkan tari Dero identik dengan tradisi Suku Kaili di Sulawesi Tengah.

Tayang:
Editor: Setya Krisna Sumarga
TRIBUN PALU/HO
Warga beragam usia dan laki perempuan membawakan tarian tradisi khas Suku Pamona, yaitu tari Dero. Tarian ini mengungkapkan kegembiraan masyarakat Sulawesi Tengah saat perayaan tertentu, termasuk pernikahan. 

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Sulawesi Tengah memiliki dua kekayaan tradisi tarian lokal Dero dan Pamonte. Tari Pamonte dari Suku Kaili dan tari Dero dari Suku Pamona.

Tari Dero atau Madero adalah tarian tradisional dari Kabupaten Poso. Tarian ini tergolong tarian pergaulan yang dibawakan secara massal oleh semua kalangan masyarakat.

Secara tampilan, tarian ini sangat mirip dengan tarian khas Suku Kurdi baik di Irak, Suriah, Turki, maupun di tempat-tempat keberadaan suku Kuridistan tersebut.

Di Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur juga ada tarian dansa yang dibawakan secara mirip Dero Pamona maupun dero Kurdistan.

Pria maupun wanita, baik tua maupun muda bisa melakukan tarian ini. Tarian ini juga tradisi lama masyarakat Suku Pamona yang masih dilestarikan.

Sering ditampilkan di berbagai acara seperti upacara adat, pesta adat, penyambutan, dan berbagai acara yang bersifat hiburan dan budaya lainnya.

Menurut sejarahnya, Tari Dero atau Madero ini dahulunya sering dilakukan oleh masyarakat sebagai bagian dari pesta adat, upacara adat, pesta panen raya, dan acara adat lainnya.

Bagi masyarakat Suku Pamona, Tari Dero merupakan ungkapan rasa syukur dan kebahagaian masyarakat atas apa yang diberikan Tuhan kepada mereka.

Dengan diiringi musik pengiring dan nyanyian syair, warga secara massal menari dengan gerakannya yang khas dan penuh keceriaan.

Tarian ini kemudian diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Suku Pamona dan masih terus dilestarikan.

Dalam pertunjukan Tari Dero, biasanya para penonton diajak berpartisipasi untuk ikut menari bersama.

Mereka berkumpul menjadi satu dan menari dengan diiringi musik pengiring serta nyanyian syair atau pantun.

Karena dilakukan dalam jumlah yang banyak, biasanya Tari Dero ini dilakukan di tempat yang luas.

Dalam pertunjukan Tari Dero, pada awalnya para penari dibagi menjadi dua kelompok.

Kemudian mereka menuju arena sambil menari dari arah yang berbeda dan bertemu menjadi satu barisan yang panjang.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved