Rabu, 8 April 2026

Foke Utus Tim Investigasi Makam Keramat Cikini

Lantaran diduga mengeluarkan air keramat, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo akan segera mengirimkan tim investigasi

Penulis: Alie Usman
Editor: Tjatur Wisanggeni
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai fenomena unik di sekitar Makam Habib Abdurahman bin Abdullah Al Habsy di Cikini yang mendadak ramai dikunjungi warga. Lantaran diduga mengeluarkan air keramat, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo  akan segera mengirimkan tim investigasi. Selain itu juga akan mempelajari dan menyelidiki asal muasal serta penyebab terjadinya pancuran air tersebut.

"Kami akan kirim tim kesana. Nanti tunggu hasil tim baru ada langkah tindak lanjut. Sekarang kirim tim dulu," ujar Gubernur usai acara peluncuran buku putih berjudul Mengapa Jakarta Banjir: Pengendalian Banjir Pemprov DKI Jakarta. Senin (5/7/2010).

Makam Habib Abdurahman bin Abdullah Al Habsy menjadi ramai diperbincangkan setelah mengeluarkan air yang dianggap warga menjadi air keramat dan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Seorang ibu-ibu di sana bahkan mengaku sangat yakin air tersebut yang telah membuatnya terbebas dari encok dan rematik usai meminum dan mengoleskannya pada pinggang dan kakinya.

Awalnya, kehebohan terjadi saat air tiba-tiba memancar dengan deras saat makam Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi di Ciliwung Jakarta Pusat tersebut dibongkar untuk selanjutnya akan dibangun gedung bertingkat.

Ketika tanahnya dikeruk, air tiba-tiba muncul dan memancar dari sela-sela kerukan. Warga kemudian mengambil air tersebut untuk mandi, minum dan sebagainya. Tapi belakangan, banyak warga yang menganggap ingin mengambil "berkah" dari air pancaran bersumber dari makam keramat tersebut.

Makam yang terletak belakang hotel Sofyan antara jalan Cikini dan Kali Ciliwung ini dipindah dengan alasan untuk kepentingan pengembangan apartemen. Atas kejadian ini, tiga pihak yaitu pengembang, ahli waris cucu Habib Ali, dan satu pihak yang membuat kesepakatan sebelumnya dengan pengembang, akan melakukan musyawarh lagi untuk membicarakan langkah selanjutnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved