Penculik Gadis di Bekasi
Tak Dapat Restu Calon Mertua, Sandi Nekat Culik Christina (3)
Hubungan cinta yang dijalin Christina Kerans (23) dengan Sandi harus berujung dengan penembakan rumah ayah sang pacar, Johanes Karens (47).
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso P dan Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jalinan asmara dua sejoli tidak selamanya indah. Seperti hubungan cinta yang dijalin Christina Kerans (23) dengan Sandi harus berujung dengan penembakan dan perusakan rumah ayah sang pacar, Johanes Karens (47) yang terletak di Jalan Raya Kampung Sawah Gang Angsana RT 07/02 Jatimurni, Pondok Gede, Bekasi sekitar pukul 00.30 WIB.
Johanes tidak merestui hubungan anaknya dengan Sandi, membuat Sandi kalap. Ia membawa teman-temannya mendatangi rumah Johanes, dan mengamuk di rumah sang pacar.
Demikain diungkapkan Kepala Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Pol Imam Sugianto. "Pelaku adalah S, dan kawan-kawannya yang berjumlah 8 orang. S itu mantan pacar anak korban," kata Imam saat dijumpai di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/6/2011).
Tidak hanya itu, Sandi yang kalap pun menembak Johanes sehingga siku lengan kiri mengalami luka gores. "Anak Johannes hanya satu itu. Perempuan dan dibawa kabur Si," ungkap Imam.
Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, memang hubungan antara Johannes dan Sandi sejak dulu tidak harmonis. Bahkan, sebelumnya, Sandi pun sempat membawa lari Kristin. Kemudian perbuatan S tersebut dilaporkan keluarga ke Polda Metro Jaya pada 25 April 2011.
Usaha keluarga untuk mencari Kristin saat itu dilakukan, Johanes meminta komunitas Flores untuk mencari S yang memang berasal dari daerah tersebut. Tidak hanya itu, keluarga pun meminta bantuan dari Brimob untuk mengejar pelaku, dan mengembalikan anaknya. Usaha keras keluarga pun berbuah hasil. Kristin akhirnya kembali kepada keluarga pada 3 Juni 2011.
"Tapi tadi malam, si mantan pacar kembali mendatangi rumah Johanes untuk bertemu anaknya," kata Imam.
S yang datang bersama delapan temannya menunjukkan niat yang tidak baik. Akhirnya Johanes pun melarang S bertemu putri si mata wayangnya. Setelah ada perbincangan antara Johanes dan S, pelaku pun merasa tersinggung dan menarik paksa Kristis dan membawanya kabur.
"Teman-teman S kemudian mengamuk dan melempar pot tanaman ke kaca rumah. Sementara seseorang di antara mereka menembak ke arah Johannes sampai sikut kirinya terserempet peluru," papar Imam.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mendapatkan satu proyektil. Identifikasi terhadap proyektil yang ditemukan, polisi menduga pelaku menggunakan senjata api rakitan tipe dorlok.