Minggu, 10 Mei 2026

Mahasiswi Dibunuh

Mayat Livia Ditemukan dengan Celana Melorot Se-paha

Celana dalam mayat yang diduga kuat adalah Livia Pavita Soelistio (21),,melorot sampai se-paha.

Tayang:
Penulis: Adi Suhendi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Celana dalam mayat yang diduga kuat adalah Livia Pavita Soelistio (21), mahasiswi Jurusan Sastra Mandarin Universitas Bina Nusantara (Binus),melorot sampai se-paha. Polisi akan melakukan identifikasi apakah korban diperkosa sebelum dibunuh.

Mayat yang diduga Livia, ditemukan beserta sejumlah barang miliknya di daerah Cisauk, Kabupaten Tabgerang. Perhiasan korban  mulai dari giwang, kalung, dan pakaiaannya masih utuh. Livia dilaporkan hilang sejak 16 Agustus 2011 setelah mengikuti ujian skripsi di kampus Binus.

Menurut Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Setija Junianta, mayat yang ditemukan di Tangerang tersebut adalah korban yang dilaporkan hilang ke Polsek Kebon Jeruk. "Ia lost contact sejak tanggal 16 Agustus 2011, setelah pulang kuliah," ujar Setija kepada wartawan, Senin (22/8/2011). Keluarga Livia pertama kali melaporkan ke Polsek Kebon Jeruk.

Tutur Setija, berdasarkan penuturan keluarga, Livia mempunyai pacar yang bekerja di sebuah perusahaan pertmabangan milik swasta di Papua. "Kita belum tahu pacarannya sejak kapan," ucapnya.

Keadaan mayat menurut Setija sudah sulit diidentifikasi, sehingga polisi belum tahu apa ada unsur penganiayaan atau tidak dan kini masih menunggu hasil otopsi.
"Kita belum bisa pastikan, harus tunggu hasil otopsi," ucapnya.

Apakah Livia dibunuh lantaran hamil atau diperkosa, polisi pun belum bisa mengungkapkan.  Kata Setija, bengkak itu wajar, karena mayat diperkirakan sudah satu minggu.

"Otopsi juga salah satunya untuk memastikan hamil atau tidak. Dari celana dalam kan juga melorot sepaha. Dari otopsi ini nanti bisa di cek, apa korban sebelomnya diperkosa atau tidak," tutur Setija.

Selai itu, polisi juga belum memastikan apakah Livia memang memiliki  masalah keluarga atau temannya, sehingga catatan diarynya nanti akan menjadi petunjuk.

"Kita tidak masuk ke ruang itu, karena keluarga juga masih berduka,tapi nanti kita lihat catatan apa saja yang ada di dalam diary di dalam kamarnya, ini mungkin bisa jadi petunjuk," ungkapnya.

Sebelumnya mayat yang diduga Livia ditmukan mayat di pinggir jalan daerah Cisauk, Tangerang Kabupaten, Minggu (20/8/2011) pukul 17.50 WIB. Mayat ditemukan seorang penggembala  yang sedang mencari kambingnya yang hilang.

Kemudian Si Gembala Kambing pun melaporkan penemuan mayat tersebut  ke Polsek Cisauk. Kemudian penemuan mayat tersebut pun dikoordinasikan Polsek Cisauk kepada Polsek Kebun Jeruk. Tim polisi dari Kebon Jeruk sebagian ke RS Umum Tangerang dan sebagian mendatangi ke keluarganya.

Dari mayat tersebut ditemukan liontin bergambar Dewi Quan Im dan kaos kaki yang sudah berwarna cokelat masih menempel di kakinya. Kondisi mayat sudah bengkak dan tidak dikenali Wajah gosong dan rusak. Kata ibunya anaknya Livia menggunakan kalung yang sama.

Livia Pavita Soelistio (21), mahasiswi Jurusan Sastra Mandarin Universitas Bina Nusantara, Jakarta dilaporkan hilang keluarganya ke Polsek Kebon Jeruk pada 16 Agustus 2011. Terakhir, Livia terlihat berada di lokasi parkir kendaraan kampus Bina Nusantara Kemanggisan, Jakarta Barat.   
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved