Polisi Bakal Rekomendasikan Pemindahan SMA 6 atau SMA 70
Polres Jakarta Selatan berencana merekomendasikan pemidahan sekolah SMA 6 Bulungan atau SMA 70 Jakarta ke Diknas DKI Jakarta.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kerap terlibat tawuran antar siswa, Polres Jakarta Selatan berencana merekomendasikan pemidahan sekolah SMA 6 Bulungan atau SMA 70 Jakarta ke Diknas DKI Jakarta. Pemindahan sekolah dianggap sebagai solusi atas pertikaian siswa kedua sekolah tersebut.
"Mungkin kalau (pemindahan) itu salah satu yang tepat, maka kami akan rekomendasikan," ujar Kapolresta Jaksel, Kombes (Pol) Imam Sugianto di Mapolres Jaksel, Senin (19/9/2011).
Meski baru menjadi Kapolres Jaksel sebulan terakhir, Imam mengakui telah mendapat laporan perihal seringnya SMA 6 Bulungan dan SMA 70 melakukan tawuran, yang terjadi secara turun-temurun dari senior mereka.
Ia menyebut, sejumlah pihak mengusulkan pemindahan salah satu SMA ke tempat lain sejak lama. Lokasi bangunan kedua sekolah yang berdekatan memicu dan riskan terjadi tawuran.
"Mumpung saya baru satu bulan di sini, kami selalu mencari formulasi kedua belah pihak, yakni SMA 70 dan SMA 6, bagaimana mengakhiri pertikaian yang seperti diwariskan, jadi turun temurun dan selalu terjadi berulang. (Sebenarnya) akar persoalan kedua sekolah itu apa," kata mantan Kapolresta Bekasi itu.
Sebagaimana diberitakan, siswa SMA 6 Bulungan dan SMA 70 kerap kali melakukan tawuran di sekitar kawasan Bulungan. Terakhir, tawuran terjadi pada Jumat (16/9/2011).
Saat tawuran terakhir itu, kameramen Trans 7, Okta, melakukan tugas peliputan. Namun, mendapat pengeroyokan hingga peramasan kaset video. Pelaku diduga berasal dari SMA 6 Bulungan.
Sejumlah wartawan yang berdemo, menuntut pertanggungjawaban pihak sekolah SMA 6 Bulungan, justru mendapat sambutan tidak baik dari para penghuninya. Dan bentrok antara puluhan wartawan menghadapi ratusan siswa tersebut tak terelakan.
Jumlah yang tak sebanding membuat sejumlah wartawan mengalamu luka-luka, bahkan ada yang dilarikan ke UGD.
Guna mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan wartawan tersebut, saat ini Polresta Jaksel tengah melakukan penyelidikan.