Juara Olimpiade Tewas Ditusuk
Massa Bubarkan Diri Setelah Ayub Mengaku Bunuh Christoper
Massa akhirnya membubarkan diri setelah pihak keluarga mendengarkan langsung pengakuan dari pelaku, yakni Abdul Jalil alias Adul alias Ayub (24).
JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolsek Metro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Ahmad Ibrahim mengatakan, emosi massa yang menyerbu kantor Polsek Metro Penjaringan pada Jumat (9/12/2011) malam dan menuding bahwa polisi salah tangkap pelaku pembunuhan Christopher Melky Tanujaya (16) akhirnya berhasil diredam. Massa akhirnya membubarkan diri setelah pihak keluarga mendengarkan langsung pengakuan dari pelaku, yakni Abdul Jalil alias Adul alias Ayub (24).
Ahmad menuturkan, sebelumnya pihak keluarga dan warga tetangga Ayub tidak percaya pria penganggur itu tega menghabisi nyawa Melky hanya karena ingin memiliki ponsel BlackBerry. Pasalnya, di kalangan keluarga, Ayub dikenal sebagai anak yang baik dan tidak pernah melakukan tindak kriminal.
"Mereka enggak percaya karena pelaku dibilang anak yang baik. Tapi, setelah dapat pengakuan langsung tersangka, orang tuanya sampai nangis tadi malam dan menyalahkan dirinya sendiri sampai anaknya bisa dipenjara," kata Ahmad.
Setelah kejadian tadi malam, lanjutnya, aparat kepolisian tidak melakukan pengamanan ekstra terhadap kantor Polsek Metro Penjaringan ataupun Polrestro Jakarta Utara. "Tidak ada, karena tadi malam sudah mengerti semuanya," tandas Ahmad.
Seperti diberitakan sebelumnya, Christopher Melky Tanujaya (16), pelajar St Joseph Singapura asal Indonesia yang juga merupakan mantan juara Olimpiade Sains Nasional (OSN), tewas ditusuk setelah turun dari bus transjakarta, Senin (5/12/2011).
Selang tiga hari kemudian, polisi berhasil membekuk pelaku, yakni Abdul Jalil alias Adul alias Ayub (24), warga Jalan Bakti, Gang Wirabuana RT 7 RW 7 Nomor 23 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelaku adalah penganggur sejak kelas III SMP dan kerap menjadi penonton acara musik di televisi. Berdasarkan pengakuan Ayub kepada penyidik, ia ingin merampas ponsel BlackBerry milik Melky, tetapi karena Melky melawan, Ayub pun menusuk siswa malang itu sebanyak empat kali hingga jatuh tersungkur.