Banjir di Jakarta
Update Banjir Jakarta Hari Ini, 24 Januari 2026: 90 RT Masih Tergenang, Ribuan Warga Mengungsi
Update banjir Jakarta per Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, BPBD DKI Jakarta: 90 RT dan 10 ruas jalan masih tergenang banjir, ribuan mengungsi.
Ringkasan Berita:
- Update banjir di Jakarta per Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, BPBD DKI Jakarta: 90 RT dan 10 ruas jalan masih tergenang banjir.
- Wilayah Jakarta Barat menjadi kawasan dengan jumlah RT terdampak paling banyak, yakni 51 RT yang tersebar di sejumlah kelurahan.
- Total pengungsi mencapai ribuan jiwa dari ratusan kepala keluarga (KK).
TRIBUNNEWS.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1/2026) masih menyisakan genangan banjir di sejumlah kawasan ibu kota.
Curah hujan yang tinggi dalam durasi panjang, ditambah dengan meluapnya beberapa aliran sungai utama seperti Kali Ciliwung, Kali Angke, dan Kali Pesanggrahan, membuat genangan air masih bertahan di permukiman warga hingga hari ini Sabtu (24/1/2026) pagi.
Berdasarkan laporan terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per hari ini pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 90 Rukun Tetangga (RT).
Serta masih ada 10 ruas jalan masih tergenang banjir dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mencapai lebih dari dua meter di beberapa lokasi.
Wilayah Jakarta Barat menjadi kawasan dengan jumlah RT terdampak paling banyak, yakni 51 RT yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Banjir di wilayah ini disebabkan oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan. Kelurahan Duri Kosambi terdampak di enam RT dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 120 sentimeter.
Di Kelurahan Kapuk, genangan terjadi di tiga RT dengan ketinggian 30 hingga 75 sentimeter.
Banjir juga melanda Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Joglo, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Meruya Selatan, dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 120 sentimeter.
Di Jakarta Selatan, banjir masih terjadi di tujuh RT yang berada di Kelurahan Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru.
Genangan di wilayah ini tergolong cukup parah karena dipicu oleh luapan Kali Ciliwung.
Di Pejaten Timur, ketinggian air bahkan dilaporkan mencapai sekitar 210 sentimeter, sementara di Rawajati ketinggian air berkisar antara 25 hingga 140 sentimeter.
Baca juga: Sosok Sopir yang Meninggal di Mobil saat Banjir Jakarta, Punya Riwayat Stroke
Sementara itu, Jakarta Timur mencatat sebanyak 25 RT masih terdampak banjir. Wilayah-wilayah yang terdampak antara lain Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, dan Cipinang Melayu.
Luapan Kali Ciliwung menjadi penyebab utama banjir di kawasan ini, dengan ketinggian air yang cukup ekstrem di beberapa titik.
Di Bidara Cina dan Kampung Melayu, ketinggian genangan mencapai 170 hingga 180 sentimeter, sedangkan di Cililitan tercatat mencapai 200 sentimeter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ratusan-Rumah-Warga-Cipinang-Melayu-Kembali-Terendam-Banjir_20260123_183557.jpg)