Perkosaan di Angkot
Putri RS Enggan Konsumsi ASI Ibu
Selama menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tk 1 RS Soekanto, Jakarta Timur, RS (40), korban pemerkosaan dan perampokan
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Selama menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tk 1 RS Soekanto, Jakarta Timur, RS (40), korban pemerkosaan dan perampokan di angkot M-26 terpaksa tidak bisa memberi Air Susu Ibu (ASI) kepada putri bungsunya yang baru berumur satu tahun, Zs.
Selama dirawat, Zs kerap menangis karena ditinggal sang ibunda, apalagi ia tidak bisa menikmati ASI. Bayi tersebut menolak susu formula, mau pun susu lainnya untuk diminum. Keluarga pun kebingungan.
Setelah RS dianggap pulih kesehatannya dan dipulangkan ke keluarganya pada Rabu siang, ternyata sang bayi sudah tidak lagi mau menerima ASI dari RS.
Paman korban, Joi (50), kepada Tribun mengatakan bahwa Zs sudah tidak lagi mau menerima ASI dari ibundanya, dan hal tersebut membuat keluarga makin kebingungan.
"Dia (Zs) masih kenal sama ibunya, tapi tidak mau meminum ASI ibunya," kata Joi.
Keluarga pun kehabisan akal menghadapi kelakuan bayi itu. Menurut Joi, kini keluarga hanya bisa berharap kedepannya Zs perlahan-lahan bisa kembali mengkonsumsi ASI sang ibu.