Sabtu, 30 Agustus 2025

Etnis Tionghoa Tak Ingin Dipanggil China

Banyak perdebatan mengenai sapaan atau sebutan bagi saudara-saudara Cina perantau.

Editor: Gusti Sawabi
zoom-inlihat foto Etnis Tionghoa Tak Ingin Dipanggil China
Bangkapos.com/Nurhayati
Panitia Gelar Budaya Thionghoa dari MAKIN bersama PAKIN Kabupaten Bangka mempersiapkan kegiatan gelar budaya Thionghoa Peh Chun, Senin (06/06/2011) di Pantai Matras Sungailiat.


Laporan Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak perdebatan mengenai sapaan atau sebutan bagi saudara-saudara China perantau. Dipanggil Cina atau Tionghoa?

Ester Yusuf, Ketua Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa, mengatakan sapaan China jangan disebutkan. Lebih baik bagi mereka keturunan dengan Tionghoa.

"Kalau dipanggil China, banyak yang tersinggung. Baik Tionghoa daripada China," pintanya, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).

Hermawi Taslim, Komunitas Glodok dan orang dekat Gus Dur, menjelaskan istilah China itu adalah stigma sejarah. Namun apa itu China atau Tionghoa menurutnya, tidak perlu diperdebatkan terminologinya.

"Yang penting lagi jadikan Imlek menjadi milik kita bersama. Bagaimana bisa hidup bersama," sergahnya.

JJ Rizal, sejarahwan mengatakan panggilan China adalah stigma sejarah 1965. Pun terkait komunis. Sedangkan istilah Tionghoa sendiri adalah perlawanan atas stigma setelah masa lalu sapaan China yang diasumsikan dan dilihat roh jahat dan setan.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan