Etnis Tionghoa Tak Ingin Dipanggil China
Banyak perdebatan mengenai sapaan atau sebutan bagi saudara-saudara Cina perantau.
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Gusti Sawabi

Laporan Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak perdebatan mengenai sapaan atau sebutan bagi saudara-saudara China perantau. Dipanggil Cina atau Tionghoa?
Ester Yusuf, Ketua Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa, mengatakan sapaan China jangan disebutkan. Lebih baik bagi mereka keturunan dengan Tionghoa.
"Kalau dipanggil China, banyak yang tersinggung. Baik Tionghoa daripada China," pintanya, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).
Hermawi Taslim, Komunitas Glodok dan orang dekat Gus Dur, menjelaskan istilah China itu adalah stigma sejarah. Namun apa itu China atau Tionghoa menurutnya, tidak perlu diperdebatkan terminologinya.
"Yang penting lagi jadikan Imlek menjadi milik kita bersama. Bagaimana bisa hidup bersama," sergahnya.
JJ Rizal, sejarahwan mengatakan panggilan China adalah stigma sejarah 1965. Pun terkait komunis. Sedangkan istilah Tionghoa sendiri adalah perlawanan atas stigma setelah masa lalu sapaan China yang diasumsikan dan dilihat roh jahat dan setan.