Pemilihan Gubernur DKI
Sebut Baju Koko Gaya Basi, Jokowi-Ahok Didesak Minta Maaf
Keduanya diminta mengklarifikasi pernyataan soal baju koko dan kopiah
Tatang mengatakan, Jokowi adalah pejabat di daerah serta sedang mencalonkan diri dalam pilgub DKI, seharusnya menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, yang tercermin dengan cara saling menghormati perbedaan keragaman budaya di Indonesia.
"Jakarta ini miniatur segala suku di Indonesia jadi mereka (Jokowi-Ahok) tidak bisa seenaknya tidak menghargai budaya yang ada terutama budaya lokal," jelas Tatang.
Lebih lanjut Tatang mengatakan pemimpin yang baik seharusnya tidak sembarangan dalam mengucapkan sesuatu apalagi hal itu bisa menciderai budaya kelompok atau etnis tertentu.
"Mereka harusnya banyak instropeksi diri sebelum mengucapkan sesuatu. Kan ada istilah mulutmu harimaumu dan apalagi diagama manapun juga diajarkan sebagai pemimpin yang baik tidak asal bicara yang bisa menimbulkan keresahan warganya,"lanjut tatang.
Seperti diketahui dalam kunjungannya ke salah satu media di Jakarta, pasangan Jokowi-Ahok menyebutkan penggunaan baju koko dan peci itu merupakan pencitraan gaya lama, basi dan membosankan.
“Ya bosanlah. Semua yang maju ke pilkada selalu pakai baju koko dan kopiah, biar kelihatan religius ” kata Jokowi.