Selasa, 26 Mei 2026

Kontroversi Irshad Manji

AJI: Acara Bedah Buku Irshad Manji Berlangsung Sukses

Sejumlah anggota FPI yang sudah bersiaga tak jauh dari lokasi diskusi, juga tidak sempat berbuat ulah, bahkan mendatangi lokasi diskusi.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Umar Idris menganggap, acara bedah buku 'Allah, Liberty' and Love' karya Irshad Manji di Sekretariat AJI, Kalibata, Jakarta Selatan, memang harus diselesaikan.

Menurutnya, poin-poin utama tujuan dari diskusi sudah terselenggara dengan baik. Sehingga, acara sepatutnya disudahi. Di ujung acara, polisi tiba-tiba datang, dan meminta acara segera disudahi, lalu mengawal perempuan penulis buku yang berhidung bangir, keluar dengan mobil polisi.

Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) yang sudah bersiaga tak jauh dari lokasi diskusi, juga tidak sempat berbuat ulah, bahkan mendatangi lokasi diskusi.

"Pokoknya acara terselenggara dengan baik, tapi memang polisi minta acara dipercepat," ujar Umar.

Saat polisi datang, sesi diskusi antara Irshad, Endy Bayuni, dan Novriantoni pun sudah hampir berakhir. Namun, Irshad harus segera pergi, tanpa sempat diwawancarai sejumlah wartawan.

Suksesnya acara diskusi buku itu, menurut Umar tidak terlepas dari bantuan sekitar 50 anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU), yang setia mengawal jalannya acara.

Pada Jumat (4/5/2012) malam, acara serupa di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dibubarkan polisi, karena dianggap tidak mengantongi izin. Massa FPI dan Front Betawi Rempug (FBR) pun datang meminta acara dibubarkan, setelah polisi datang.

Umar mengatakan, kali ini AJI sudah menyiapkan izin yang lengkap, untuk mengantisipasi permintaan pembubaran oleh polisi. (*)

Berita Metropolitan Terkini

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved