Pemilukada DKI
Pengamat: Faisal-Biem 'Kuda Hitam' di Pemilukada DKI
Pengamat menilai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri-Biem Benjamin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat menilai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri-Biem Benjamin adalah kuda hitam dalam Pemilukada DKI 2012.
Faisal-Biem harus berhadapan dengan dua lawan terberat, yakni Fauzi Bowo-Nacrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Faisal Basri-Biem Benjamin merupakan calon independen yang memiliki peluang untuk menjadi kuda hitam dalam konstelasi Pemilukada DKI ini, terutama di tengah suasana kejenuhan dan kefrustasian publik pada parpol yang banyak sekali terseret pada beragam masalah, misalnya korupsi."
"Dalam dataran empirik, peluang Faisal-Biem 50 persen masih terbuka,” tegas Pengamat Sosiologi Politik UGM Arie Djito di Jakarta, Senin (25/6/2012).
Arie juga membeberkan kelebihan dan kelemahan dua lawan terberat Faisal-Biem tersebut.
“Perlu dicatat, Foke adalah incumbent yang memiliki akses pemanfaatan fasilitas birokrasi, sementara Jokowi dianggap fenomenal. Tetapi, kedua kandidat itu (Foke dan Jokowi) makin menghadapi kontradiksi dan tidak ada lompatan berarti,” kata Arie.
Arie melanjutkan, pasangan Foke memiliki akses untuk dimobilisasi, sekalipun sebenarnya dilarang dalam aturan. Akses memanfaatkan posisi untuk berkampanye adalah menjadi rahasia umum di berbagai Pemilukada.
“Kelemahan Foke adalah banyak sekali track record buruk selama menjabat gubernur di Jakarta begitu mudah diangkat oleh publik, dan itu dijadikan bahan serangan yang mudah dilakukan kompetitor,” jelas Arie.
Sementara, kelebihan Jokowi adalah kemampuannya melakukan pencitraan terhadap kesuksesan saat menjadi wali kota Solo.
Hal itu dikapitalisasi sedemikian rupa sehingga menjadi daya pikat untuk menyedot perhatian publik.
“Namun Jokowi lemah dari reputasi penampilan di depan publik dalam penguasaan masalah Jakarta, termasuk pasangannya Ahok, belum memiliki faktor daya ungkit di publik. Jika kelemahan kedua kandidat ini diolah dengan baik, kelebihan calon independen adalah menjadi jawaban alternatif."
"Di situlah tantangan tim sukses calon independen untuk menerapkan strategi yang tepat,” tegas dosen sosiologi politik UGM ini.
Faisal-Biem, kata Arie, harus mampu meyakinkan bahwa Jakarta butuh pergantian pemimpin sekaligus pembenahan sistem yang secara mendasar itu melekat dalam visi dan misinya.
Strategi lainnya adalah melakukan pendekatan pada golongan menengah dan grass root dengan menggunakan bahasa berbeda tetapi substansinya sama.